Muncul SE Pelarangan Mudik, Para Pekerja Migran Asal DIY Terancam Tak Bisa Pulang Kampung

BP2MI DIY memperkirakan ada sekitar 800 pekerja migran Indonesia (PMI) asal DIY-Jawa Tengah masih tertahan di negara penempatan.

Editor: Amalia Nurul F
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Ilustrasi mudik. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Balai Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan para pekerja migran yang masih berada di negara penempatan belum dapat pulang ke kampung halaman.

Meski tahun 2021 ini tidak ada pemberangkatan calon pekerja migran, namun BP2MI DIY memperkirakan ada sekitar 800 pekerja migran Indonesia (PMI) asal DIY-Jawa Tengah masih tertahan di negara penempatan.

Kepala BP2MI DIY Diah Andarini telah mengetahui adanya larangan mudik bagi pekerja swasta maupun pekerja migran di luar negeri, seiring terbitnya Surat Edaran (SE) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang mengimbau supaya para pekerja swasta dan pekeria migran asal Indoneaia menunda mudik lebaran tahun ini.

Menindak lanjuti hal itu, pihaknya hingga saat ini belum mendapat informasi apakah para pekerja migran yang masih di negara penempatan telah mengajukan izin untuk pulang ke tanah air.

"Dari mitra kami di negara penempatan belum ada informasi apakah ada yang meminta izin pulang ke tanah air," katanya, Minggu (18/4/2021).

Diah menambahkan, hingga kini BP2MI masih terus berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait dalam upaya pengawasan para PMI yang hendak mudik ke kampung halaman.

Ia menjelaskan, untuk PMI asal DIY kebanyakan penempatan dilakukan di negara Malaysia.

Ia menuturkan, sampai saat ini otoritas Malaysia belum membuka keran bagi pekerja migran asal Indonesia khususnya dari DIY.

Namun demikian, dirinya mengakui masih banyak warga DIY yang tertahan di negara penempatan lainnya.

"DIY itu kan banyak penempatan di Malaysia. Sementara tahun ini kan tidak ada pemberangkatan. Namun kami memastikan masih ada beberapa yang tertahan tidak bisa pulang karena pandemi," tegasnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved