Diminta Kendalikan Kerumunan, Kemantren Mantrijeron Surati Panitia Ramadan Jogokariyan

Kemantren memberikan izin penyelenggaraaan pasar sore, dengan syarat khusus.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Ardhike Indah
Ilustrasi pasar ramadan. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Satgas Penanganan Covid-19 Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta, benar-benar dipaksa memutar otak untuk menanggulangi kerumunan di beberapa kegiatan Ramadan yang berlangsung di Kampung Jogokariyan.

Mantri Pamong Praja Mantrijeron, Affrio Sunarno berujar, sejak Maret, pihaknya pun telah menjalin koordinasi dengan panitia Ramadan setempat.

Bahkan, kemantren memberikan izin penyelenggaraaan pasar sore, dengan syarat khusus.

Antara lain, jumlah lapak dibatasi 50 persen atau dari 356 dikurangi menjadi 179, jarak antar lapak minimal 2,5 meter, lalu lintas dibuat satu arah dari timur ke barat.

Mobil dilarang masuk, hingga penjagaan yang dilengkapi thermogun.

Namun, imbuhnya, saat kerumunan di pasar sore mampu ditanggulangi, penumpukan massa justru muncul di sekitar Masjid Jogokariyan.

Menurutnya, di sana terjadi kerumunan akibat antrean takjil panjang yang disediakan takmir.

"Kami memperoleh konfirmasi dari petugas, bahwa sampai hari ke dua, kerumunan terjadi mulai menjelang jam 17.00, terpusat di masjid karena antre untuk takjilan, atau yang hendak magriban," tandas Affrio, Minggu (18/4/21).

"Kalau kerumunan di lapak-lapak (pasar sore) relatif lebih cair dan bisa mengalir, karena makanan yang dibeli itu kan dibawa pulang ke rumah masing-masing," lanjutnya.

Oleh sebab itu, pada Jumat (16/4/21) lalu, pihaknya pun secara resmi melayangkan surat peringatan mepada panitia kegiatan Ramadan dan Takmir Masjid Jogokariyan.

Sumber: Tribun Jogja

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved