Dapat Teguran dari Kemantren, Panitia Ramadan Jogokariyan Pastikan Sudah Berbenah

Kerumunan yang terjadi beberapa hari silam sejatinya lebih diakibatkan oleh kurangnya personel yang bertugas membagikan takjil.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Irvan Riyadi
Penerapan protokol kesehatan di Pasar Sore Ramadan Jogokariyan tahun 2020. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Panitia kegiatan Ramadan di Kampung Jogokariyan, Kota Yogyakarta memastikan telah melakukan tindak lanjut terhadap surat peringatan yang dilayangkan Mantri Pamong Praja Mantrijeron.

Teguran itu, terkait evaluasi penerapan protokol kesehatan.

Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Muhammad Jazir menandaskan, kerumunan yang terjadi beberapa hari silam sejatinya lebih diakibatkan oleh kurangnya personel yang bertugas membagikan takjil.

Sehingga, terjadi antrean panjang di sekitaran Masjid Jogokariyan.

"Kita sudah tambah personel relawan. Kemarin hanya 20 orang, kemudian hari ini kita tambah 17 lagi. Jadi, sekarang jumlahnya 37 relawan, sehingga pembagian takjilnya bisa lancar dan tertib, tidak ada kerumunan lagi di kawasan masjid," tandas Jazir, Minggu (18/4/21).

"Selain itu, kita juga mengurangi arus menjelang waktu berbuka puasa. Kita tutup akses jalan dari barat dan timur, agar tidak terjadi penumpukan pengunjung. Jadi, hari ini semua sudah terkendali," tambahnya.

Hanya saja, Jazir menegaskan, pihaknya tidak bisa serta-merta mengurangi jumlah paket takjil yang dibagikan pada masyarakat, karena itu merupakan amanat.

Karena itu, ia berharap peran serta dari pemerintah, untuk ikut dalam upaya melancarkan kegiatan tersebut.

"Harapan kami pemerintah bisa membantu lah, bagaimana pengaturannya, kan ada Satpol PP dan sebagainya," paparnya.

"Mestinya itu ikut membantu mengurai (kerumunan massa). Sehingga semuanya bisa terkendali," terangnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, karena Ramadan tahun ini bergulir di tengah pandemi, pihaknya siap memperhatikan setiap instruksi pemerintah, dalam upaya mengantisipasi potensi sebaran corona.

Dengan catatan, jangan sampai muncul pihak yang merasa dirugikan.

"Kita perhatikan apa yang dikehendaki pemerintah. Tetapi, kita juga ingin agenda Ramadan tetap berjalan, karena jadi tempat bergantung masyarakat mencari penghasilan di tengah pandemi yang sulit ini," katanya.

"Masyarakat yang butuh buka puasa terlayani, pedagangnya juga bisa aktivitas," katanya.

"Tapi, prokes bisa tetap berjalan. Jangan sampai ada yang merasa dirugikan, ya, kita semua ingin mendapat manfaat," pungkas Jazir. (Tribun Jogja/Azka Ramadhan)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved