Pasar Ramadan Nologaten, Tempat Berburu Kuliner Sekaligus Memberi Makan Ikan

Ada parit kecil yang oleh pemuda setempat ditabur benih ratusan ikan lele dan nila.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
Anak-anak ngabuburit dengan memberi makan ikan di pasar Ramadan Nologaten, Caturtunggal, Depok, Sleman, Jumat (16/4/2021). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Bulan ramadan tidak lepas dari ngabuburit.

Bahkan, aktivitas tersebut sudah menjadi tradisi, untuk menunggu waktu berbuka puasa.

Satu di antara tempat di Sleman yang bisa digunakan untuk ngabuburit adalah pasar Ramadan Nologaten, Caturtunggal, Depok. 

Di tempat ini sedikit berbeda dibanding tempat lainnya.

Selain berburu kuliner, pengunjung juga bisa memberi makan ikan.

Ada parit kecil yang oleh pemuda setempat ditabur benih ratusan ikan lele dan nila.

"Kami beri ikan, supaya lebih menarik perhatian anak-anak. Harapannya, orang tua berbelanja, sementara anak-anak bisa memberi makan ikan," kata Abimanyu Mahendra, salah satu inisiator pasar Ramadan Nologaten, Jumat (16/4/2021).

Pasar Ramadan Nologaten digagas oleh karang taruna Padukuhan Nologaten.

Para muda-mudi ini berjibaku, menyiapkan lahan bekas pemancingan yang ada di kampungnya untuk berjualan.

Sementara ini, baru sebatas menjajakan aneka kuliner untuk berbuka.

Mulai dari kolak, naget, cumi bakar dan lainnya. Namun tidak menutup kemungkinan kedepan akan dikembangkan, dengan membuka stand busana maupun tanaman hias. 

Abimanyu mengatakan, pasar ramadan Nologaten digiatkan supaya dapat memberi pengalaman para pemuda.

Lebih dari itu, para pemuda kampung dapat berkontribusi untuk membangkitkan ekonomi warga.

"Selama pandemi ini kan ibu-ibu pendapatannya minim. Nah, kami inisiasi pasar ramadan dengan harapan dapat meningkatkan ekonomi warga Nologaten," tuturnya.

Pasar tersebut buka setiap hari dan dimulai pukul 15.00 WIB. "Rencananya, akan buka sampai seminggu sebelum lebaran," imbuh dia.

Dukuh Nologaten, Sulistyo Eko Narmono mendukung kegiatan baik yang telah digagas oleh para pemuda kampung.

Menurut dia, sebelum pasar ramadan, awalnya adalah pasar tiban dihari Minggu.

Tujuannya, untuk memfasilitasi warga Nologaten agar berjualan dan memiliki nilai tambah.

"Kami mendukung semangat baik mudi mudi ini," ujarnya. (Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved