Pameran Virtual 'Manipulasi'

Pameran 'Manipulasi diinisiasi mahasiswa Program Studi Tatakelola Seni Angkatan 2020, Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta dilaksanakan 14-28 April 2021.

Editor: Amalia Nurul F
Istimewa
Watching Television, oleh Lukmannul Hakim Aziz 

TRIBUNTRAVEL.COM - Seperti industri pada umumnya, dunia seni turut terdampak oleh pandemi. Sejumlah pameran seni pun batal terselenggara.

Namun, keadaan tersebut tak memadamkan semangat para pegiat seni, mereka turut beradaptasi dengan memanfaatkan pameran virtual atau virtual exhibition sebagai ruang untuk bereksplorasi dan memamerkan karyanya, satu di antaranya yakni pameran virtual bertajuk 'Manipulasi'.

Pameran 'Manipulasi yang diinisiasi mahasiswa Program Studi Tatakelola Seni Angkatan 2020, Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta akan dilaksanakan mulai 14-28 April 2021.

Pameran virtual ini bisa diakses melalui laman instagram @manipulasi.exhibition.

Adapun dalam pameran ini akan ditampilkan karya seni dari 13 seniman, mereka yakni Ambar Pranasmara, Andi Febrian Putra, Bella Noerdia Ilhami Putri, Daniel Aditya, Iktara Nur Risqika, Jauhar Azhar, Leo Sanjaya, Lukmanul Hakim Aziz, Muhammad Kautsar Rafif, Nastiti Ilma Rahmaris, Robertus Rinowo, Syarifudin Tamim, dan Sigit Nurcahyo.

Ketua pelaksana pameran 'Manipulasi', Eunike Permatasari mengatakan, pameran ini bertujuan untuk memberikan uang berkarya para seniman di tengah kondisi pandemi saat ini.

Tidak hanya untuk para penggiat seni rupa, namun juga dari berbagai disiplin ilmu yang akan menyampaikan karya-karya mereka.

Dijelaskannya, pameran virtual 'Manipulasi' merupakan respon mahasiswa Program Studi Tatakelola Seni maraknya manipulasi di sekitar kita.

Dengan kegiatan ini diharapkan mampu menyebarkan kesadaran bahwa manipulasi ada di mana-mana, bahkan di media sosial.

"Jangan sampai media sosial justru mengendalikan masyarakat tetapi sebaliknya masyarakat dapat memanfaatkan media sosial untuk memberikan manfaat positif," papar Eunike.

"Melalui berbagai karya seni yang ditampilkan dalam pameran ini akan ditampilkan berbagai nilai positif dari banyak nilai negatif yang ada di dalam media sosial," terang Eunike.

"Melalui karya-karya mereka, dihadirkan rangkaian cerita atau narasi mengenai pengaruh media sosial terhadap kehidupan manusia," sambungnya.

"Tak lupa pula untuk mengajak publik agar sadar atas manipulasi yang terjadi dalam media sosial," lanjutnya.

"Terakhir saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh panitia para dosen pengampu para seniman para pengisi acara yang turut mensukseskan pameran ini kiranya dengan diberlangsungkan," imbuhnya.

"Semoga pameran ini dapat menambah wawasan dan memberikan dampak yang positif," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan Tata Kelola Seni, Fakultas Seni Rupa, ISI Yogyakarta, Dr.Mikke Susanto,S.Sn.,M.A mengatakan, pameran virtual bertajuk ''Manipulasi' merupakan bagian dari pelaksanaan mata kuliah Tata kelola Pemeran I.

"Dalam kesempatan ini kita akan menikmati pameran virtual yang diadakan oleh para mahasiswa tata kelola seni angkatan 2020 pameran yang bertajuk 'Manipulasi'," tuturnya.

"Ini diselenggarakan sebagai bagian dari mata kuliah tinjauan Tata Kelola Pameran I," kata Mikke.

"Untuk itu saya ucapkan selamat kepada para panitia, para peserta dan para stakeholder yang mengikutinya dan tidak lupa anda sebagai penonton juga bisa menikmati sepanjang masa pameran berlangsung secara virtual yang diadakan di melalui laman Instagram yang dikelola oleh para mahasiswa," tambahnya.

Satu di antara karya yang dipamerkan berjudul 'Watching Television' oleh Lukmannul Hakim Aziz. Menggunakan media keramik berukuran 85× 50×15 cm, 'Watching Television' menggambarkan suatu kegiatan yang rutin dilakukan, dari menonton kita mendapatkan pengalaman baru yang secara langsung membentuk suatu pola peniruan, baik perilaku dan pola pikir.

Sumber: Tribun Jogja

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved