Ngabuburit di Pasar Ramadan GOR Klebengan

Para pedagang berkumpul di area dekat Selokan Mataram dan mempersilahkan siapapun yang ingin mencicipi kuliner buatan mereka.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Ardhike Indah
Suasana pasar Ramadan di selatan GOR Klebengan. Foto diambil Jumat 16 April 2021. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Selang satu tahun pandemi virus corona yang terjadi di Indonesia dan DI Yogyakarta, pasar Ramadan kembali diadakan.

Bedanya, di tahun 2021 ini, pasar Ramadan tidak digelar semeriah biasanya.

Hanya beberapa spot yang dibentuk sebagai pasar dengan jumlah pedagang yang bisa dihitung dengan jari.

Salah satunya adalah pasar Ramadan di daerah Gelanggang Olahraga (GOR) Klebengan, Depok, Sleman.

Para pedagang berkumpul di area dekat Selokan Mataram dan mempersilahkan siapapun yang ingin mencicipi kuliner buatan mereka.

Ada pedagang yang membuka lapak di sebelah selatan GOR Klebengan, ada juga yang menghadap ke barat.

Kurang lebih ada 11 lapak yang buka di area itu.

Di antaranya ada dimsum prasmanan, takoyaki, pisang goreng, cilor, batagor, es buah, es susu, dan masih banyak lainnya yang mampu melepas dahaga.

Sebagian penjual memang sudah ada di situ sebelum bulan Ramadan tiba.

Sebagian lagi datang khusus untuk mendulang rezeki dari para pemburu kuliner.

Meski hanya sedikit pelapak, namun kerumunan pembeli terlihat cukup banyak di beberapa stan.

Mereka siap menunggu waktu penjual menyiapkan pesanannya sembari duduk di pinggir Selokan Mataram maupun berdiri di dekat gerobak.

Para pelapak takjil itu juga sudah bersiap sejak pukul 16.00 WIB.

Dengan waktu persiapan cukup, mereka bisa melayani dengan baik ketika pengunjung sudah mulai datang.

“Jujur, aku senang banget sih ada pasar Ramadan seperti ini lagi. Karena kan identiknya Ramadan ya ada pasar yang jualan takjil,” ungkap Rara, salah satu pembeli, Jumat (16/4/2021).

Dia tidak membeli banyak, hanya satu es dan satu makanan ringan seperti dimsum untuk dicemil saat berbuka puasa.

Suasana menjadi lebih damai ketika sore hari tidak ada hujan yang turun.

“Kadang takut hujan sih. Cuacanya enggak bisa ditebak juga,” paparnya yang datang seorang diri.

Rara kangen dengan suasana bulan Ramadan seperti ini, dimana ada banyak penjaja kuliner yang bisa dia temukan dekat dari indekosnya di daerah Depok, Sleman.

“Setahun lalu enggak kayak begini kan. Jadi sekarang senang saja, sudah ada lagi, tapi yang penting kita terapkan protokol kesehatan. Pakai masker jangan lupa,” tandasnya.

Harga makanan dan minuman yang ada di pasar Ramadan mini itu juga beragam namun tetap terjangkau.

Pengunjung tinggal merogoh kocek Rp 5-20 ribu untuk mendapatkan makanan dan minuman yang mereka mau.

Aan, pedagang es doger yang ikut berjualan di daerah itu juga merasakan ada secercah harapan dari pasar Ramadan.

Selama ini, pembeli es dogernya tidak banyak, hanya beberapa puluh dalam satu hari.

Namun, di saat Ramadan ini, selama 30 menit dia buka saja, sudah ada 20 an orang membeli es dogernya yang dihargai Rp5.000.

“Senang, di sini cukup ramai. Dari tadi saja saya nempatin es doger enggak kelar-kelar. Lumayanlah. Kalau hari biasa, muter enggak sebanyak gini,” katanya tertawa.

Es dogernya memang menarik. Warnanya yang merah muda dan ditambah dengan isian seperti tape, jelly dan mutiara membuat pengunjung ingin mencicipnya.

Bagi pengunjung yang ingin mengunjungi pasar Ramadan di area GOR Klebengan, tidak perlu bingung dimana bisa menaruh kendaraan.

Sebab, di pelataran GOR Klebengan itu sudah disiapkan tempat untuk parkir motor dan mobil lengkap dengan petugasnya. (Tribun Jogja/Ardhike Indah)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved