Larangan Mudik 2021, Dishub Gunungkidul Ikuti Skema Aglomerasi

Kepala Dishub Gunungkidul Wahyu Nugroho menjelaskan skema aglomerasi wilayah artinya membebaskan perjalanan warga pada kota yang saling terhubung.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Petugas saat mendata pengunjung di Pintu Retribusi Baron, Tanjungsari, Gunungkidul pada Selasa (26/01/2021). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Penerapan larangan mudik Lebaran di 2021 akan menggunakan skema aglomerasi wilayah.

Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul pun akan mengikuti skema dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI tersebut.

Kepala Dishub Gunungkidul Wahyu Nugroho menjelaskan skema aglomerasi wilayah artinya membebaskan perjalanan warga pada kota yang saling terhubung.

"Bisa dikatakan larangan mudik ini tidak berlaku di wilayah yang saling terhubung satu sama lain," jelas Wahyu pada wartawan, Selasa (13/04/2021).

Ia mencontohkan warga penglaju dari Gunungkidul menuju Kota Yogyakarta dan sebaliknya.

Menurutnya perjalanan dalam kategori ini tidak termasuk dalam larangan mudik Lebaran.

Wahyu mengatakan terdapat 8 wilayah Aglomerasi, salah satunya Yogya Raya.

Kawasan itu meliputi Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Sleman, Kulonprogo, dan Gunungkidul.

"Selain dari itu, kami pastikan perjalanan dari luar DIY tetap dilarang," katanya.

Adapun skema itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 13/2021. Isinya tentang Pengendalian Transportasi Masa Idul Fitri 1442 Hijriah.

Wahyu mengatakan larangan perjalanan dikecualikan untuk situasi tertentu.

Antara lain seperti urusan kedinasan hingga kondisi darurat seperti sakit atau bagi ibu hamil yang hendak melahirkan.

Meski sudah ada Permenhub, Dishub Gunungkidul masih menunggu petunjuk teknis (juknis) lebih rinci. Kaitannya dengan pengawasan serta pembatasan pengendalian.

"Pengawasan dari kami di jalur masuk dan terminal bus, sedangkan untuk kendaraan pribadi mengikuti teknis dari kepolisian," kata Wahyu.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta sebelumnya sudah menyampaikan agar warganya mengikuti aturan pemerintah pusat tersebut. Khususnya bagi warga perantauan.

Menurutnya, kebijakan tersebut dibuat berdasarkan pertimbangan yang matang.

Salah satunya demi mencegah naiknya lagi kasus baru COVID-19, mengingat saat ini masih pandemi.

"Saya minta warga perantauan bersabar untuk tidak pulang dulu pada Lebaran nanti," kata Sunaryanta.

Ia pun akan mencoba berkomunikasi dengan komunitas warga perantauan untuk menyampaikan larangan tersebut. Salah satunya Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG).

Warga asal Gunungkidul yang merantau keluar daerah sendiri terbilang banyak.

Menurut informasi yang dihimpun jumlahnya mencapai puluhan ribu orang.

"Akan saya komunikasikan supaya komunitas tersebut mengajak anggotanya mematuhi larangan mudik," ujar Sunaryanta. (Tribun Jogja/Alexander Aprita)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved