Pemeriksaan dengan GeNose C19 Saat Berpuasa Disarankan Pagi Hari

Pemeriksaan dengan GeNose C19 tetap bisa dilakukan bagi orang yang sedang berpuasa.

Tangkapan Layar
Tim peneliti GeNose C19, dr Mohamad Saifudin Hakim, MSc, PhD dan Dr dr Dian K Nurputra, dalam Media Gathering GeNose C19 di Science Technopark UGM, Senin (12/4/2021). 

TRIBUNTRAVEL.COM - GeNose C19 menjadi alternatif pendeteksi Covid-19 yang semakin digandrungi masyarakat.

Pemeriksaan dengan GeNose C19 tetap bisa dilakukan bagi orang yang sedang berpuasa.

Hal itu disampaikan salah seorang tim peneliti GeNose C19 yang juga pakar virologi UGM, dr Mohamad Saifudin Hakim, MSc, PhD.

Hakim menyampaikan, selama ini berpuasa merupakan salah satu syarat dari penggunaan GeNose C19.

"Di luar kondisi bulan ramadan kami minta (pengguna GeNose C19) berpuasa 1/2 sampai 1 jam. Supaya hasil GeNose menunjukkan hasil yang maksimal," ujarnya dalam Media Gathering GeNose C19, Senin (12/4/2021).

Hakim melanjutkan, selama bulan ramadan GeNose C19 tetap bisa digunakan bagi masyarakat.

Kendati demikian, selama seseorang berpuasa pemeriksaan GeNose C19 disarankan dilakukan pada pagi hari.

Selain itu, kata dia, lebih baik lagi jika pengguna GeNose C19 yang sedang berpuasa berkumur terlebih dahulu sebelum menggunakan GeNose C19.

"Atau alternatif waktu (pemeriksaan) berikutnya sekitar 1 jam setelah berbuka puasa," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, anggota tim peneliti GeNose C19 lainnya, Dr Dian K Nurputra, mengungkapkan pemeriksaan GeNose C19 saat berpuasa dilakukan maksimum 6 jam setelah sahur.

"Lebih dari itu peningkatan asam lambung dikhawatirkan akan mengganggu pembacaan GeNose," tuturnya.

"Akan tetapi bisa dimitigasi dengan berkumur atau bersiwak sebelum pemeriksaan. Tentunya tidak ditelan. Atau rekomendasi lainnya 1 jam setelah berbuka puasa," papar Dian.

Ia melanjutkan, jika terpaksa melakukan pemeriksaan pada siang hari, salah satu cara mitigasi untuk menghindari positif palsu adalah bersiwak, berkumur, dan sikat gigi sebelum melakukan tes GeNose C19.

"Kalau dia memang tidak Covid-19 bisa terdeteksi negatif, tetapi kalau dia Covid-19, kumur dengan obat kumur pun tetap positif," ucap Dian. (Tribun Jogja/Maruti Asmaul Husna)

Ikuti kami di
Editor: Amalia Nurul F
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved