Kantor Imigrasi Yogyakarta Kejar Predikat WBBM, Utamakan Layanan dengan Hati

Tahun 2021 ini, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta sedang mengejar predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Ardhike Indah
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Andry Indrady 

Zaman sekarang kan kita senangnya menonton film pendek, video pendek yang tidak lebih dari lima menit.

Makanya, aplikasi TikTok itu banyak banget digunakan.

Publik lebihi enjoy jika menonton video daripada membaca. Maka, kami mengikuti tren itu.

Kami aktif di sosial media, seperti Instagram, Facebook, Twitter.

Karyo ini juga dukungan untuk rekan-rekan humas kantor imigrasi untuk mereportasekan kegiatan kami.

Satu sisi, mereka juga bisa belajar komunikasi dan masyarakat mendapatkan informasi lebih dari video yang kami hasilnya.

Kami juga sering membuat laporan situasi langsung di media sosial. Biar orang semakin paham, oh begini caranya, oh begitu caranya.

Misal, saat kami menggelar program Eazy Passport, kami jemput bola ke masyarakat. Kami datang ke mereka yang ingin bikin paspor.

Itu kami publikasikan secara langsung, tahapannya seperti apa. Kami perlihatkan dari awal sampai akhir.

Memang, bentuk publikasi dari imigrasi di sini ya seperti itu.

Saya lihat ke depan kami harus bikin branding. Jika tidak, nanti orang susah mengingatnya.

Hal kompleks itu bisa lebih mudah jika kami memiliki brand.

Apa harapan Anda setelah mendapatkan WBBM nanti?

Tentu saja kami menginginkan sinergitas antara masyarakat dan pemerintah ya. Kami tidak bisa mewujudkan pelayanan yang maksimal sendiri.

Masyarakat dan pemerintah perlu berada di jalur yang sama untuk mewujudkan pelayanan yang baik tanpa membuat jengkel.

Tahun lalu, di tahun 2020, kami sudah mendapat Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Makanya, tahun ini ingin mendapatkan WBBM.

Jujur, itu sulit dan lebih berat karena tolak ukurnya persepsi publik yang tidak bisa kami kontrol.

Maka, kami ingin baik-baik sekarang. Kami benahi bagaimana antriannya, komunikasinya.

WBBM itu nanti akan ada orang yang melakukan survei kepada orang yang pernah menggunakan jasa kami.

Misalnya, dari komunitas ingin membuat paspor di kantor imigrasi di Yogyakarta, mereka bisa saja tuh nanti ditanya sama surveyornya.

Survei yang dilakukan dijamin autentikasinya.

Dari situ, kami mencoba untuk melakukan kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti Kantor Pos.

Bagi yang pernah membuat paspor di kantor imigrasi di sini, bayarnya langsung via kantor pos. Kami berdayakan juga.

Ini memudahkan pemohon karena tidak perlu lagi ke bank. Kantor pos juga hidup dari transaksi itu. (Tribun Jogja/Ardhike Indah)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved