Ada 7.000 Pelaku Pariwisata, Dinpar Bantul Selektif Mendata Sasaran Vaksinasi

Kepala Seksi Analisis Pasar dan Kerjasama Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Issri Putranti mengatakan tidak ada kuota pelaku pariwisata yang didata.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
Petugas medis sedang melakukan vaksinasi bagi pelaku pariwisata, transportasi publik dan pelayan publik dengan layanan Drive Thru di Area Parkir Ramayana Ballet Prambanan, Sleman, Senin (5/4/2021). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pelaku pariwisata di Kabupaten Bantul mulai menerima vaksinasi COVID-19.

Namun belum semua pelaku pariwisata vaksinasi tersebut, sebab dilakukan secara bertahap.

Kepala Seksi Analisis Pasar dan Kerjasama Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Issri Putranti mengatakan tidak ada kuota pelaku pariwisata yang didata oleh Dinpar Bantul.

Sebab nantinya semua pelaku pariwisata akan mendapat vaksin, hanya saja pelaksanaannya bertahap.

"Vaksinasi untuk pelaku pariwisata sudah dilaksanakan, tetapi memang bertahap. Untuk asosiasi nanti dari Dinas Kesehatan DIY, kemudian yang non asosiasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul. Kemarin sudah ada beberapa (pelaku pariwisata) yang divaksin di JEC," katanya, Senin (12/04/2021).

Ia menyebut ada sekitar 6.000 hingga 7.000 pelaku pariwisata di Kabupaten Bantul.

Pelaku pariwisata tersebut meliputi usaha jasa pariwisata seperti hotel, restoran, tempat rekreasi, dan hiburan. Termasuk agen perjalanan hingga salon.

"Kalau dari kami tidak ada kuota berapa yang divaksin. Kami hanya mendata saja, semua kami data dan kami usulkan. Tetapi nanti yang menjadwalkan tetap dari Dinkes Bantul," paparnya.

"Kami juga mendata seluruh objek wisata, baik yang dikelola pemerintah maupun warga. Desa wisata juga kami data," sambungnya.

Dalam melakukan pendataan, pihaknya harus lebih berhati-hati dan selektif. Sehingga vaksin COVID-19 bisa diterima oleh sasaran yang tepat.

Agar tepat sasaran, pihaknya selalu berkoordinasi dengan asosiasi maupun kelompok pelaku pariwisata. Sehingga data yang diusulkan adalah data yang sudah valid.

Pihaknya pun turut mensosialisasikan pentingnya vaksinasi. Sebab ada beberapa pelaku pariwisata yang menolak divaksin karena takut.

"Karena ada yang ternyata takut disuntik, kemudian pas jadwal vaksin ternyata tidak datang. Ada juga yang terkena COVID-19, kan harus menunggu tiga bulan. Jadi kami koordinasi dengan asosiasinya juga supaya valid. Kami juga sosialisasi, karena ada yang takut," ujarnya.

Sebelumnya, Jubir Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa  mengatakan ada sekitar 1.100an pelaku pariwisata yang akan divaksin. Vaksinasi akan dilaksanakan pada bulan April.

"Vaksinasi akan dilaksanakan selama bulan puasa. Karena jumlahnya relatif sedikit, mungkin Apil sudah selesai," tuturnya.

"Vaksinasi masih dilakukan secara bertahap, karena memang tergantung ketersediaan vaksin juga," ujarnya. (Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved