Sudah Prediksi Larangan Mudik, Dispar Gunungkidul Andalkan Wisatawan Lokal

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul Asti Wijayanti mengatakan kunjungan wisata pasti akan ikut terdampak aturan tersebut.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Pengunjung menikmati pemandangan Gunung Api Purba Nglanggeran di Patuk, Gunungkidul. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pemerintah pusat telah resmi mengeluarkan larangan mudik pada Lebaran 2021 ini.

Adapun larangan tersebut berlaku mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul Asti Wijayanti mengatakan kunjungan wisata pasti akan ikut terdampak aturan tersebut.

"Kebijakan itu (larangan mudik) juga sudah kami prediksi sebelumnya," kata Asti, Minggu (11/04/2021).

Lantaran sudah memperkirakan adanya aturan tersebut, ia mengatakan Dispar sudah menyiapkan skema lain agar kegiatan pariwisata tetap berjalan.

Salah satunya dengan memanfaatkan wisatawan lokal.

Menurut Asti, wisatawan lokal ini bisa datang dari DIY sendiri ataupun Jawa Tengah.

Lantaran ada larangan mudik, ia juga memperkirakan tingkat kunjungan tidak akan sebanyak libur Lebaran sebelum pandemi.

"Tapi setidaknya saat libur Lebaran nanti pasti ada peningkatan dibanding hari biasa," jelas Asti.

Adapun pihaknya saat ini merasa lebih siap dengan kebijakan pemerintah pusat tersebut.

Sebab tahun sebelumnya kebijakan serupa sudah diterapkan sehingga persiapannya hampir sama.

Asti sendiri menyatakan pihaknya siap menerima dan mengikuti kebijakan tersebut.

Pasalnya, ia memahami jika saat ini pandemi COVID-19 masih belum usai.

"Justru saat ini penerapan protokol kesehatan (prokes) harus lebih ketat lagi," katanya.

Wisatawan asal Jawa Tengah sendiri menduduki peringkat pertama sebagai pengunjung terbanyak ke Gunungkidul.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Dispar Gunungkidul Harry Sukmono.

Berdasarkan survei Dispar Gunungkidul pada Oktober 2019 - Maret 2020 lalu, wisatawan asal Jawa Tengah mendominasi 25,5 persen kunjungan wisata.

Sisanya dari Jawa Timur, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.

"DIY menempati posisi ketiga terbanyak dengan 16,25 persen," kata Harry beberapa waktu lalu. (Tribun Jogja/Alexander Aprita)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved