Menparekraf Bahas Rencana Pembukaan TAC Singapura-Indonesia

Sandiaga sempat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan untuk membahas rencana pembukaan TCA Singapura-Indonesia.

Editor: Amalia Nurul F
Pixabay/Graham Hobster
Merlion Park Singapura 

TRIBUNTRAVEL.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Sandiaga Uno menerangkan, rencana pembukaan travel corridor arrangement (TCA) Singapura-Indonesia di Bintan dan Batam terus difinalisasi.

“Baru saja saya dengan ibu Menlu (Retno Marsudi) memberikan beberapa koordinasi dan sinkronisasi bagaimana mekanisme penerimaan wisman (wisatawan mancanegara) sejak dari Terminal Tanah Merah,” kata dia dalam Weekly Press Briefing virtual pada Senin (5/4/2021), mengutip Kompas.com.

Tidak hanya itu, beberapa waktu lalu, Sandiaga sempat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan untuk membahas rencana pembukaan TCA Singapura-Indonesia.

Adapun, pembahasan mencakup peningkatan tracing, testing, dan treatment atau 3T serta undangan Balakrishnan kepada Sandiaga untuk berkunjung ke Singapura.

“Saya diundang pak Menlu Singapura, sekarang dipersiapkan kunjungan untuk coba sendiri bagaimana flow dan coba alur dan jalur penyeberangan Tanah Merah ke Nongsa dan Lagoi, dan sebaliknya,” jelas Sandiaga.

Dalam penerapan koridor perjalanan antara Indonesia dan Singapura, Sandiaga mengatakan bahwa hal tersebut bukan hanya koordinasi antara Kemenparekraf dan Kementerian Luar Negeri, namun juga dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait lainnya.

“Kami beri penekanan, Nongsa dan Lagoi harus jadi zona hijau. Jangan sampai kita ambil risiko. Kita harap ini kita tunjukkan, sebelum keputusan diambil, bahwa Nongsa dan Lagoi betul-betul aman,” tegas dia.

Finalisasi konsep travel corridor

Sebelumnya, menurut Kompas.com, Sabtu (20/3/2021), Nongsa Point di Batam dan Lagoi di Bintan akan dijadikan zona travel corridor di Kepulauan Riau.

Adapun, hal tersebut membuat pariwisata pada kedua area tersebut akan dibuka lagi bagi wisman pada April 2021.

Pembukaan ini merupakan bentuk finalisasi kebijakan terkait pelaksanaan travel corridor yang tengah dikebut pemerintah saat ini.

“Saat ini masih dalam pembahasan. Yang diajukan adalah bagaimana Safe Travel Corridor ini bisa menghadirkan rasa aman. Karena krisis kesehatan, dari sisi keselamatan, keamanan yang harus diutamakan,” ujar Sandiaga pada saat itu.

Kendati demikian, pemberitaan tersebut tidak menuliskan apakah koridor perjalanan di Kepulauan Riau dimaksudkan bagi wisman dari Singapura atau tidak.

Selain koridor perjalanan ke Nongsa Point dan Lagoi, Bali khususnya Nusa Dua, Sanur, dan Ubud juga akan menjadi zona travel corridor yang rencanannya akan dibuka pada Juni-Juli 2021. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kabar Terbaru Travel Corridor Indonesia-Singapura untuk Pariwisata".

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved