Long Weekend Paskah, Pengunjung Malioboro Melonjak Dua Kali Lipat

Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya, Ekwanto mengatakan, pengunjung Malioboro Jumat (2/4/21) kemarin mencapai 1.608 orang.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Maruti Asmaul Husna
Cek poin pemeriksaan wisatawan di kawasan Malioboro 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pengunjung kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta mengalami kenaikan signifikan sepanjang long weekend Paskah sejak Jumat (2/4/21) lalu.

Proses vaksinasi yang sudah diterapkan untuk pelaku pariwisata di sana, disinyalir menjadi salah satu penyebab lonjakan.

Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya, Ekwanto mengatakan, pengunjung Malioboro Jumat (2/4/21) kemarin mencapai 1.608 orang.

Kemudian, jumlahnya meningkat lagi pada Sabtu (3/4/21), dengan total 2.014 pengunjung. Hal tersebut, sempat membuat petugas kewalahan.

"Tadi malam memang luar biasa di Malioboro. Kami sempat kewalahan mengurai kerumunan yang ada di dalam, maupun yang akan masuk. Dari sisi utara dan selatan pengunjungnya luar biasa," ungkap Ekwanto, Minggu (4/4/21).

Ia mengatakan, selama pandemi, serta non libur panjang, angka pengunjung selalu di bawah seribu.

Menurutnya, ada kemungkinan masyarakat dan wisatawan kini mulai jenuh dengan keadaan.

Karenanya, PPKM Mikro yang tengah diterapkan pun seolah tidak menjadi halangan.

"PKL memang sudah divaksin. Namun, jangan terus merasa aman karena kita tidak tahu pengunjugnya sudah vaksin, atau belum," tuturnya.

"Makanya, prokes tetap kita tegakkan, karena tetap ada kemungkinan penularan di sana," katanya.

Ekwanto menyebut, selaku pengelola kawasan Gumaton, pihaknya senang, sekaligus ngeri-ngeri sedap dengan angka pengunjung yang melonjak signifikan.

Pasalnya, hal tersebut berpotensi mengatrol perekonomian para pelaku wisata, setelah sekian lama terpuruk akibat pendemi.

"Mana kala pengunjung itu banyak, memang kami kerepotan mengurai kerumunan, tapi itu jadi harapan para pedagang, serta pelaku wisata di malioboro," tandasnya.

"Sehingga PKL harus sadar untuk menerapkan prokes, dan pengunjung sama juga harus mematuhi. Ya, tidak seenaknya jalan-jalan tanpa masker, atau tidak cuci tangan, kemudian tidak menjaga jarak juga," tambah Ekwanto.

Sebagai upaya antisipasi, pihaknya mensiagakan petugas gabungan dari Jogoboro, Satpol PP Kota Yogyakarta, Polri, TNI dan Linmas dari tiga wilayah sekaligus, yakni Gondomanan, Gedongtengen, maupun Danurejan. Khususnya, untuk menetralisir lonkakan di momentum Paskah.

"Batas pengunjung (di setiap zona) juga kita terapkan 24 jam," ujarnya.

"Hanya saja, yang tadinya sempat kita turunkan sampai 300, kita kembalikan jadi 500, karena kondisi PKL yang sudah divaksin dan tertib prokes," terangnya. (Tribun Jogja/Azka Ramadhan)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved