'Sarkem Fest' Pupuk Citra Positif Jalan Pasar Kembang

Sarkem Fest digelar untuk mengubah citra negatif Sarkem, yang begitu lekat dengan dunia kupu-kupu malam.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Azka Ramadhan
Wakil Wali Kota Heroe Poerwadi menikmati sajian musik keroncong di sela pembukaan Sarkem Fest, di LOKO Coffee, Yogyakarta, Sabtu (4/4/21). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Jalan Pasar Kembang merupakan sebuah landmark ikonik bagi Kota Yogyakarta.

Menjadi satu kesatuan dengan Jalan Malioboro dan Stasiun Tugu, tiga lokasi itu seakan punya magnet kuat sehingga menarik wisatawan dari dalam, dan luar negeri.

Akan tetapi, ketika membahas sepak terjang Sarkem, beragam pendapat pun muncul, baik yang positif, maupun negatif.

Bukan tanpa sebab, Sarkem memang sangat identik dengan lokalisasi. Pandangan miring itu lah yang hendak diperbaiki lewat event Sarkem Festival.

Ketua Penyelenggara Sarkem Fest, Arief Effendi berujar, melalui gelaran ini, pihaknya ingin mengubah citra negatif Sarkem, yang begitu lekat dengan dunia kupu-kupu malam.

Menurutnya, Sarkem memiliki potensi besar di bidang seni budaya, tetapi tak terekspos maksimal.

"Kami harap masyarakat bisa melihat Pasar Kembang ini tidak hanya sebagai tempat lokalisasi. Bahwa dari sini, sebenarnya banyak sejarah dimulai," terangnya, di sela pembukaan Sarkem Festival, di LOKO Coffee, Jalan Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (3/4/21).

Mengusung tema 'Menyapa Rasa, Menggapai Martabat', Sarkem Fest pernah digelar 2019.

Tapi, penyelenggaraanya murni swadaya gotong royong masyarakat. Kini, Komunitas Pasar Kembang makin bergairah seiring adanya perhatian dari Pemkot dan stakeholder pariwisata.

Tahun ini, di tengah pandemi Covid-19, Sarkem Fest kembali digelar, dengan format hybrid yang menggabungkan sistem daring, serta luring.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved