Manisnya Industri Gula Masa Lalu, Warga Klaten Buat Gula Cair

Seorang warga Klaten tertantang untuk kembali membangkitkan industri gula di Klaten yang telah tertidur puluhan tahun lamanya.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Almurfi Syofyan
Joko Budi Wiryono menunjukan produk gula cair buatannya saat ditemui Tribun Jogja di rumahnya, di Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten, Sabtu (3/4/2021). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kabupaten Klaten saat ini dikenal dengan wisata airnya.

Pasalnya, di Kabupaten Bersinar ini berdiri sejumlah objek wisata air yang sudah terkenal hingga skala nasional.

Sebut saja Umbul Ponggok, Umbul Besuki, Umbul Cokro, Umbul Manten, Umbul Sigedang dan puluhan umbul-umbul lainnya.

Jauh sebelum wisata air ini berkembang pesat, Kabupaten Klaten ternyata pernah merasakan manisnya industri gula.

Ya, di Kabupaten Bersinar itu, pernah ada sejumlah pabrik gula yang didirikan oleh pemerintahan Hindia Belanda dan setelah Indonesia merdeka diwarisi oleh pemerintah Indonesia.

Beberapa di antaranya yakni Pabrik Gula (PG) Gondang, PG Ceper, PG Delanggu, PG Cokro Tulung, dan pabrik gula lainnya.

Hingga saat ini, pabrik gula tersebut telah berhenti produksi.

Beberapa di antaranya beralih menjadi museum, namun ada juga yang telah hilang dan berubah menjadi permukiman warga.

Manisnya industri gula juga menjadi sumber mata pencarian bagi warga Klaten di masa lampau. Terutama di dekade 1900-an.

Kala itu, selain pabrik gula, ratusan hektare kebun tebu yang menjadi bahan baku pembuatan gula menjadi komoditi utama yang ditanam oleh masyarakat di berbagai wilayah di daerah itu.

Sumber: Tribun Jogja

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved