Pemda DIY Tunggu Pengadaan Layanan GeNose dari Kemenhub untuk Terminal di DIY

Perluasan pemanfaatan GeNose dianggap mampu mengoptimakan upaya skrining terhadap pelaku perjalanan yang hendak menuju maupun keluar wilayah DIY

Editor: Amalia Nurul F
Istimewa
PT KAI Hadirkan GeNose C19 di Stasiun untuk Penumpang Jarak Jauh. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nasional memutuskan untuk memperluas penggunaan GeNose C19 pada seluruh moda transportasi.

Keputusan itu termaktub dalam Surat Edaran (SE) No. 12/2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi Covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji menuturkan, Pemda DIY akan mengikuti segala ketentuan yang ditetapkan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Nasional.

Menurut dia, pemberlakuan SE tersebut dianggap perlu untuk menekan laju penularan Covid-19 akibat meningkatnya potensi mobilitas warga saat libur Lebaran 2021 nanti.

Selain itu, perluasan pemanfaatan GeNose dianggap mampu mengoptimakan upaya skrining terhadap pelaku perjalanan yang hendak menuju maupun keluar wilayah DI Yogyakarta.

"Penggunaan GeNose karena diakui punya validitas yang bagus saya kira lebih enak lebih enak waktu dan biaya pelaksanaannya bisa lebih cepat saya kira baguslah kalau bisa digunakan," terang Aji saat ditemui di kantornya Senin, (29/3/2021).

Dalam SE tersebut, hasil tes GeNose C19 juga bisa menjadi persyaratan untuk melakukan perjalanan di terminal dan bandar udara. 

Kendati demikian, hingga saat ini belum ada terminal di DI Yogyakarta yang memiliki alat skrining Covid-19 tersebut.

Menurut Aji, upaya pengadaan alat skrining akan dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Tentu Kemenhub akan memprioritas karena GeNose tidak bisa diadakan besar-besaran untuk seluruhnya," terangnya.

Lebih jauh, poin lain dalam SE tersebut juga memberikan wewenang kepada Gugus Tugas Covid-19 di daerah untuk melaksanakan tes acak apabila diperlukan.

Dalam waktu dekat, Pemda DIY belum berencana untuk menggelar pengecekan secara acak.

Upaya skrining masih diprioritaskan untuk hasil tracing yang dilakukan oleh petugas kesehatan.

"Jadi kalau ada tracing mereka yang bertemu langsung dengan terkonfirmasi positif itu yang akan kita testing di PCR tapi sebleum PCR kita bisa lakukan rapid antigen rapid test kasus," paparnya. (Tribun Jogja/Yuwantoro Winduajie)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved