Wisata Naik Motor Trail dan Jeep Menjelajah Borobudur Masih Stagnan

Kondisi wisata jeep di Kecamatan Borobudur selama pandemi Covid-19 memang menurun cukup tajam dibanding sebelum pandemi.

Editor: Amalia Nurul F
Dok. Explore Borobudur
Wisata motor trail di Borobudur. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Geliat aktivitas wisata petualangan naik mobil jeep dan motor trail di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dinilai masih relatif stagnan.

Mengutip Kompas.com, menurut pengelola Explore Borobudur, salah satu komunitas penyedia aktivitas wisata mobil jeep dan motor trail di Kecamatan Borobudur bernama Putra, jumlah wisatawan di tahun 2021 masih belum menunjukkan pergerakan berarti.

“Untuk sekarang (tahun 2021) mungkin empat sampai lima unit (jeep yang beroperasi per hari). Tapi cuman di weekend saja yang selalu ada,” kata Putra, Senin (22/3/2021).

Sempat ramai di akhir tahun

Kondisi wisata jeep di Kecamatan Borobudur selama pandemi Covid-19 memang menurun cukup tajam dibanding sebelum pandemi.

Namun, jumlah wisatawan yang menggunakan aktivitas jeep wisata sempat meningkat signifikan saat libur akhir tahun 2020.

“Kemarin di akhir tahun ini kita sempat ramai sih. (Peningkatannya) sama dengan sebelum corona. Soalnya kan ketika kita wisata di luar, kita kepanasan dan kehujanan, dari pihak kesehatan kemarin diperbolehkan,” jelas Putra.

Peningkatan yang terjadi cukup signifikan.

Selama libur akhir tahun, dalam sehari ada sekitar 10 unit jeep yang beroperasi melayani para pelancong.

“Cuman itu saja, habis akhir tahun kita sudah enggak ada lagi. paling di weekend sih, ada di Sabtu dan Minggu,” imbuh dia.

Wisata motor trail masih fleksibel

Hal yang sedikit berbeda terjadi pada wisata motor trail.

Menurut Putra, wisata motor trail yang masih berada di bawah pengelolaan Explore Borobudur dinilai cukup stagnan.

“Kalau trail sepi sih ya sehabis pandemi. Mungkin rata-rata cuman tiga sampai empat unit (motor trail), lima unit lah maksimal (yang beroperasi per hari),” terang Putra.

Itu pun hanya di periode akhir pekan saja.

Biasanya para tamu memang merupakan wisatawan keluarga yang jumlah rombongannya tak pernah banyak.

Jumlah harian tersebut bisa dibilang cukup stagnan selama pandemi.

Tak pernah ada periode yang benar-benar sepi, atau benar-benar ramai. Namun jika dibandingkan dengan periode sebelum pandemi Covid-19, tentu saja jumlah kunjungannya menurun tajam.

Sebelum pandemi, Putra menyebut biasanya akan ada sekitar 25-30 unit motor trail yang beroperasi per harinya.

Khususnya di akhir pekan, periode yang paling ramai dikunjungi wisatawan.

“Jadi kayak instansi misalnya dari bank atau mana. Mereka mau liburan ke Borobudur," jelasnya.

"Jadi kita kan bisa banyak. Kalau sekarang ini kan instansi enggak bisa liburan, jadi kita cuman keluarga-keluarga saja,” tutup dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wisata Jelajah Borobudur Naik Mobil Jeep dan Motor Trail Masih Relatif Stagnan".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved