Pemerintah Pusat Larang Mudik, Sri Sultan Berharap Masyarakat Taati Aturan

Raja Keraton Yogyakarta ini mempertanyakan ketaatan masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan mudik.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Yuwantoro Winduajie
Sri Sultan Hamengku Buwono X 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pemerintah pusat telah mengumumkan larangan mudik Lebaran 2021 bagi seluruh masyarakat.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, turut menanggapi kebijakan yang diambil pemerintah pusat. 

Raja Keraton Yogyakarta ini mempertanyakan ketaatan masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan mudik.

Sebab, berkaca pada pengalaman libur Lebaran tahun 2020 lalu banyak warga yang tak mengindahkan larangan mudik dari pemerintah.

“Ya tidak apa-apa (dilarang mudik) tapi apa betul nanti mereka taat? Ya semoga (menaati aturan)," papar Sri Sultan saat ditemui awak media di Kantor DPRD DIY, Jumat (26/3/2021).

Karena belum mendapat arahan khusus, Pemda DIY belum menentukan skema pembatasan arus keluar masuk kendaraan dan manusia di daerah perbatasan DIY.

Pemda juga belum mengeluarkan kebijakan khusus terkait antisipasi arus mudik. Sejauh ini, kebijakan pembatasan yang diterapkan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 adalah Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro.

"Ya kalau sudah dinyatakan tidak boleh pergi (mudik), kan asal mereka tidak pergi.  Ya tidak dilakukan apa-apa soalnya di sini hijau kok," tadasnya. (Tribun Jogja/Yuwantoro Winduajie)

Sumber: Tribun Jogja

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved