Limbah Keramik Jadi Karya Seni Mozaik Unik

Limbah keramik yang biasanya hanya menjadi sampah justru disulap menjadi kerajinan yang memiliki nilai ekonomi.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Almurfi Syofyan
Ansori mempraktekan membuat mozaik saat ditemui Tribun Jogja di rumahnya di Kelurahan Klaten, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (25/3/2021). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Melalui tangan orang kreatif, tentu ada banyak hal yang bisa diubah menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih.

Seperti apa yang dilakukan oleh Ansori, warga Kelurahan Klaten, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang mengubah limbah keramik menjadi karya seni mozaik unik yang menarik.

Lewat tangan kreatif pria berusia 59 tahun itu, limbah keramik yang biasanya hanya menjadi sampah justru disulap menjadi kerajinan yang memiliki nilai ekonomi.

Awal mula ketertarikan Ansori dengan seni mozaik bermula sejak tahun 1985.

Kala itu, Ansori muda ditawari oleh temannya untuk menekuni karya seni tempel tersebut.

Alasannya karena di medio tahun 80an, belum banyak seniman mozaik yang ada di Indonesia termasuk Klaten.

Sebelum mempelajari seni mozaik itu, Ansori juga telah lebih dulu terjun ke dunia seni lukis.

Saat itu, ia juga sempat membuka outlet seni lukis di pasar seni di Jakarta.

"Saat di outlet itu datang juga seseorang untuk memesan seni mozaik dan saya mencoba mempelajari seni mozaik itu. Saya belajar secara otodidak," ucapnya saat ditemui Tribun Jogja di rumahnya, Kamis (25/3/2021).

Ia menjelaskan, karya seni mozaik tersebut memiliki kerumitan dalam merangkai kepingan demi kepingan keramik,

Hal itu karena kepingan keramik tidak memiliki ukuran yang sama.

Apalagi keramik yang ia pakai adalah limbah yang tidak terpakai.

"Selain mengatur kepingan, yang sulit itu juga dalam mengatur warnanya karena ada warna keramik yang cukup langka di pasaran," ujarnya.

Uniknya, lanjut Ansori, kepingan keramik untuk membuat mozaik itu justru banyak datang di antar oleh warga tempat tinggalnya.

Namun ada juga bebera keramik yang ia beli ke toko keramik.

"Tapi yang paling sering itu dikasih warga. Hal itu karena warga sini tahu kalau saya suka bikin mozaik, jadi kalau ada yang selesai perbaiki lantai rumah, sisa potongan keramiknya dikasih ke saya," ulasnya.

Ansori mengaku hingga saat ini, dirinya telah membuat ratusan karya seni mozaik dari limbah keramik tersebut.

Adapun beberapa di antaranya, seperti mozaik pemandangan, mozaik tokoh-tokoh ramayana, hingga mozaik wajah-wajah tokoh nasional.

Beberapa karya-karya mozaik Ansori juga telah menghiasi sejumlah rumah mewah, hotel-hotel berbintang hingga museum di banyak daerah seperti Jakarta, Bali dan Yogyakarta.

"Ada juga pembeli dari Singapura," ucapnya.

Selama merebaknya pandemi COVID-19, Ansori membuat mozaik tujuh presiden republik Indonesia.

Mulai dari Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono hingga mozaik Joko Widodo.

Mozaik itu dibuat dengan ukuran 50x60 sentimeter.

Untuk satu mozaik ukuran 50x60 sentimeter itu, pria berambut panjang itu bisa menyelesaikan karya maksimal tiga hari.

Disinggung terkait harga mozaik tersebut, Ansori mengaku jika tidak memiliki standar harga.

Namun, untuk ukuran 50x60 sentimeter tersebut normalnya berkisar Rp3 juta hingga Rp5 juta.

Untuk kedepannya, lanjut Ansori, ia pun bercita-cita akan membuat 50 mozaik tokoh nasional dan melaksanakan pameran tunggal.

"Saya berencana akhir tahun 2021 ini untuk melaksanakan pameran tunggal. Hal itu karena seni mozaik ini ternyata kurang pupoler di tengah masyarakat," katanya.

Selain itu, ia juga akan terus mengembangkan seni mozaik tersebut.

Hal itu karena di Indonesia tidak banyak pegiat seni mozaik yang ada.

Ia pun saat ini juga telah memiliki sejumlah murid yang ingin menekuni karya seni mozaik tersebut.

"Semoga nantinya banyak lahir penggiat seni mozaik di Indonesia dan mozaik semakin populer," harapnya. (Tribun Jogja/Almurfi Syofyan)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved