Pertunjukan Seni di Sleman Sudah Boleh Digelar, Seniman Lega

Kegiatan pertunjukan seni, sosial dan budaya yang dapat menimbulkan kerumunan sudah diizinkan untuk digelar dengan kapasitas maksimal 25 persen.

Editor: Amalia Nurul F
Istimewa
Pertunjukan Pantomim 'Tatag, Teteg, Tutug' yang digagas tiga seniman pantomim, Asita Kaladewa, Ende Riza, dan Banon Gautama. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Seniman di Kabupaten Sleman kini sudah sedikit lega.

Pasalnya, kegiatan pertunjukan seni, sosial dan budaya yang dapat menimbulkan kerumunan sudah diizinkan untuk digelar.

Meskipun, masih sangat terbatas, kapasitas maksimal 25 persen, dan dengan protokol kesehatan ketat. 

"Dengan diperbolehkannya menggelar pertunjukan seni dan budaya, sebagai seniman ya tentu saja senang. Berarti sudah terbuka lagi untuk kami menggelar pertunjukan," kata Seniman Kethoprak Sleman, Sugiman Dwi Nurseto, Rabu (24/3/2021). 

"Walaupun tetap harus melaksanakan prokes. Tapi paling tidak, sudah ada kesempatan, sudah ada geliat masyarakat untuk menggelar pertunjukan," sambungnya.

Menurut dia, yang lebih penting sekarang adalah memberi penyadaran sekaligus edukasi kepada masyarakat maupun seniman, bagaimana caranya menggelar seni pertunjukan dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Sebab, semua pertunjukan seni dan budaya dilakukan dengan serba terbatas.

Misalnya, kalau kethoprak yang biasanya digelar dengan melibatkan 20 - 30 orang.

Bahkan, apabila lengkap dengan karawitannya bisa sampai 50 orang, maka untuk sementara ini masih harus dibatasi.

Namun dengan kondisi yang serba terbatas itu, sebagai seniman menurutnya harus berusaha menampilkan pertunjukan dengan baik.

"Tanpa mengurangi kualitas dari pertunjukan itu sendiri," ungkap Sugiman.

Kegiatan seni, sosial dan budaya sudah diizinkan berdasarkan Instruksi Gubernur DIY nomor 8/INSTR/2021 dan diteruskan melalui Instruksi Bupati Sleman nomor 7/INSTR/2021 tentang perpanjangan PPKM mikro sebagai upaya pengendalian penyebaran Covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Harda Kiswaya menyampaikan, dalam intruksi tersebut, kegiatan seni, sosial dan budaya memang sudah diizinkan, baik yang ada didalam ruangan maupun diluar ruangan.

Asalkan maksimal 25 persen dari kapasitas dan dengan mengedepankan protokol kesehatan ketat.

"Misalnya dilakukan di lapangan, kapasitas 1.000 orang. Maka maksimal diisi 250 orang saja. Termasuk diatur orang keluar dan masuk," tuturnya.

"Yang ada didalamnya pun jangan sampai ada kerumunan," kata dia. 

Meskipun sudah diizinkan, menurut Harda ada hal yang harus diperhatikan sebelum menggelar pertunjukan.

Yaitu panitia, seniman, hingga penonton dipastikan sesuai dengan prokes. Begitu juga dengan pelaksanaannya, harus mendapatkan izin rekomendasi dari gugus tugas covid-19.

Nantinya, sebelum pelaksanaan, gugus tugas tingkat Kalurahan dan Kapanewon bersama TNI-POLRI akan mengecek langsung ke lokasi. Termasuk Satpol-PP juga akan melakukan pengawasan.

"Apabila ternyata tidak sesuai dengan prokes maka akan ada tindakan," ungkap dia. (Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved