Desa Wisata

Mengenal Karangrejo, Desa Wisata Berkelanjutan di Borobudur

Karangrejo menjadi salah satu desa yang berhasil mendapatkan sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Editor: Amalia Nurul F
Kompas.com/Anggara Wikan
Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Desa Wisata Karangrejo adalah salah satu desa wisata yang ada di Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Karangrejo juga menjadi salah satu desa yang berhasil mendapatkan sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) awal Maret 2021.

“Alhamdulilah cuman 13 desa se-Indonesia yang mengikuti (sertifikasi) itu. Dalam artian, selama ini pariwisata yang ada di Karangrejo itu ada peningkatan secara kualitas dan lain-lain, makanya disebut desa wisata berkelanjutan,” kata Kepala Desa Karangrejo M Heli Rofikun mengutip Kompas.com, Selasa (16/3/2021).

Menurut Heli, tempat dan aktivitas wisata di Desa Karangrejo memang mengalami peningkatan dalam segi kualitas.

Masyarakat setempat juga berhasil menunjukkan beberapa inovasi yang bisa menunjang tempat-tempat wisata dengan lebih baik lagi.

Salah satunya adalah pengembangan aktivitas wisata di Punthuk Setumbu.

Sebelumnya, tempat tersebut hanyalah spot untuk menikmati momen sunrise saja.

Masyarakat Karangrejo kemudian berinisiatif untuk menambahkan beberapa spot foto Instagramable di sekitar tempat wisata tersebut.

Aktivitas wisata di Desa Karangrejo Desa Karangrejo memang memiliki beragam aktivitas wisata yang semuanya dikelola bersama antara masyarakat, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“Hampir semua (aktivitas wisata) di bawah pengelolaan Bumdes dan Pokdarwis. Ada yang bikin paket sendiri tapi pelaksanaanya akan melibatkan semua," papar Heli.

"Keunggulan kami di kebersaman masyarakat, sangat kompak dalam persatuan,” jelasnya.

Desa seluas 174 hektar ini memiliki beberapa tempat wisata.

Selain Punthuk Setumbu, ada pula Gereja Ayam atau Bukit Rhema yang jadi tempat syuting film Ada Apa Dengan Cinta 2.

Ada pula Kebun Buah Karangrejo, Balkondes, serta Bukit Barede.

Tak hanya spot wisata, desa ini juga menawarkan paket-paket wisata berkeliling desa, termasuk ke tempat-tempat wisata tersebut.

Ada beberapa paket wisata yang akan mengajak pengunjung untuk merasakan kehidupan di desa, seperti bercocok tanam di sawah atau menyusuri sungai naik mobil jeep, Volkswagen (VW), andong, atau sepeda onthel.

Pengunjung juga bisa mencoba melihat langsung kegiatan usaha rumahan yang dilakukan masyarakat untuk memproduksi produk khas Desa Karangrejo.

Misalnya, produk gula jawa, keripik ketela, empon-empon, gerabah, hingga miniatur Borobudur dari batu dan bambu.

Harganya bervariasi, mulai dari Rp125.000 – Rp750.000 per paketnya.

Desa Karangrejo juga menyediakan fasilitas homestay yang sempat disebut sebagai homestay terbaik berkelas dunia oleh Menparekraf Sandiaga Uno.

Harga menginap di sana bervariasi, mulai dari Rp150.000 – Rp1,5 juta per malam.

Sebelumnya, Desa Karangrejo mendapatkan sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan dari Kemenparekraf pada Selasa (2/3/2021).

Sertifikasi ini diperoleh berkat penerapan wisata yang patuh pada standar protokol kesehatan saat pandemi Covid-19.

Dengan sertifikasi ini, Desa Karangrejo juga ditargetkan akan menjadi Desa Wisata Mandiri. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Desa Karangrejo, Salah Satu Desa Wisata Berkelanjutan di Borobudur".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved