Shopping

Eboni Watch, Jam Tangan Kayu Buatan Tangan Pemuda Klaten

Uniknya, pembeli pertama dari jam tangan kayu hasil rakitan Afidha tersebut justru berasal dari Cape Town, Afrika Selatan.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Almurfi Syofyan
Penampakan jam tangan kayu yang baru selesai produksi di ruang kerja Eboni Watch di Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Minggu (21/3/2021). 

Selanjutnya, kata Afidha, hasil penjualan tersebut ia putarkan lagi untuk membuat jam tangan kayu pada tahun 2015 tersebut.

Seiring berjalannya waktu, ia pun menemui kendala di bidang produksi.

Saat itu, perajin kayu yang biasa bekerjasama dengan dirinya kesulitan dalam menyelesaikan pesanan jam kayu.

"Kita kan pesan seminggu, janjinya bisa selesai eh tahu-tahunya jadi dua minggu. Lalu, saat dipaksa bisa selesai seminggu ternyata hasilnya nggak bagus," urainya.

Mendapati fakta demikian, Afidha nekat untuk membuat sendiri jam tangan kayu tersebut.

Ia pun memindahkan tempat produksi yang awalnya di Yogyakarta ke Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Afidha belajar secara otodidak bagaimana cara memotong kayu dan membuat desain secara sendiri.

"Saya nggak ada keahlian sebenarnya di bidang perkayuan, tapi saya belajar secara otodidak sehingga bisa membuatnya," jelasnya.

Diakui Afidha, pernah pada suatu masa, dirinya bertindak sebagai pembuat dan penjual.

Hal itu karena belum adanya karyawan yang bisa ia pekerjakan karena masih memproduksi secara rumahan.

"Itu berlangsung selama hampir setahun mulai tahun 2016 sampai 2017 seperti one man show gitu. Semuanya dari membuat, memfoto, ngadmin media sosial hingga menjual aku sendiri," katanya.

Ia mengatakan menjelang akhir tahun 2017, barulah ia bisa mulai merekrut karyawan satu persatu.

Saat ini, Eboni Watch, kata dia telah mampu mempekerjakan karyawan sebanyak 17 orang.

"Jumlah 17 orang itu hanya 8 orang yang berada di bagian produksi. Sisanya tim admin penjualan online," imbuhnya.

Lanjutnya, 8 karyawan yang bekerja di bidang produksi itu bisa menghasilkan jam kayu hingga 1.200 unit perbulan.

Adapun untuk harga jual jam Eboni Watch, kata dia berkisar antara Rp300.000 hingga Rp1 jutaan.

"Saat ini kita sudah memiliki sekitar 35 model jam. Setiap tahun kita keluarkan minimal dua desain baru," ucapnya.

Disinggung terkait kemana saja jam tangan kayu itu dijual, diakui Afidha sudah mencapai banyak negara.

"Untuk luar negeri, ada pembeli dari Jepang, Korea Selatan, Prancis, Amerika Serikat hingga Afrika Selatan. Kalau negara Asia Tenggara sudah semuanya," tandasnya. (Tribun Jogja/Almurfi Syofyan)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved