Pelaku Industri Hiburan di DIY Siap Gelar Kegiatan dengan Prokes Ketat

Pemerintah meminta penyelenggara wajib mengutamakan protokol kesehatan dan hanya melibatkan 25 persen penonton dari total kapasitas ruangan.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Hanif Suryo
Event Hiburan - Penampilan sejumlah musisi diantaranya Pusakata di hari kedua Prambanan Jazz Festival 2019 di di Komplek Taman Wisata Candi Prambanan, Jumat (5/7/2019). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kebijakan Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro yang memperbolehkan penyelenggaraan kegiatan pertunjukan seni dan budaya memberikan angin segar bagi pelaku industri hiburan.

Meski begitu, pemerintah meminta penyelenggara wajib mengutamakan protokol kesehatan dan hanya melibatkan 25 persen penonton dari total kapasitas ruangan.

Menurut Tovic Raharja, Direktur Utama Rajawali Indonesia, promotor musik yang rutin menyelenggarakan Prambanan Jazz Festival, kebijakan tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku industri untuk bangkit.

Namun, pihaknya menilai saat ini pelaku industri hiburan butuh kepastian tentang kebijakan itu.

Sebab, beberapa waktu lalu, sebelum kebijakan PPKM skala mikro jilid ketiga ini, pihaknya sempat akan memulai event dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Salah satunya dengan total penonton hanya setengah dari kapasitas maksimal di ruang terbuka.

“Kami hanya mengajukan 10% saja tetapi dari pihak pemberi izin tetap belum dapat mengeluarkan izin penyelenggaraan kegiatannya,” kata Tovic, Sabtu (20/3/2021).

Semenjak pandemi tahun lalu, banyak kegiatan seni dan budaya yang harus tetap dilakukan memanfaatkan teknologi.

Sejumlah pameran harus digelar secara daring sehingga penonton hanya menikmati dari layar ponsel atau laptop.

Tidak ada lagi kerumunan penonton di konser ataupun pentas seni setiap minggu yang biasanya banyak digelar di setiap sudut Yogyakarta.

Maka, Tovic berharap, pemerintah mau memverikan kepastian acara bisa digelar di masa pandemi.

Pihaknya optimis bisa menegakkan prokes di gelaran agar tidak menimbulkan klaster baru penyebaran covid-19.

“Sekarang, yang kami harapkan saat ini adalah kepastian. Dengan profesionalitas dan pengalaman kami, kami siap diberikan kepercayaan untuk dapat menyelenggarakan event dengan tatap muka dengan penerapan protokol CHSE ketat, berapapun jumlah penonton yang ditentukan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kepercayaan itu akan menjadi angin segar bagi orang-orang yang bekerja di industri hiburan.

“Kami juga ingin secara perlahan memulai lagi untuk bisa bangkit dan kembali bekerja,” tandasnya. (Tribun Jogja/Ardhike Indah)

Sumber: Tribun Jogja

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved