Destinasi

Susur Desa Naik VW Safari di Omah Cantrik Kulon Progo

Omah Cantrik di Kulon Progo menawarkan susur desa menggunakan mobil Volkswagen (VW).

Editor: Amalia Nurul F
Dok. Omah Cantrik
Tempat wisata di Kulon Progo - Kegiatan susur desa menggunakan VW Safari di Omah Cantrik, Kulon Progo. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Ada satu lagi destinasi wisata yang menawarkan jalan-jalan keliling pedesaan dengan cara unik.

Omah Cantrik di Kulon Progo menawarkan susur desa menggunakan mobil Volkswagen (VW).

Susur desa ini juga sembari mampir ke pengrajin-pengrajin di desa setempat.

“Lewat fasilitas Fun Trip VW Safari, wisatawan bisa susur desa, nikmati panorama Kulon Progo di sekitar Nanggulan,” kata Pengelola Omah Cantrik, Sukma Swarga Tiba, mengutip Kompas.com.

Melalui Fun Trip VW Safari berdurasi 1 jam 30 menit, wisatawan bisa berfoto-foto di sejumlah spot alam yang akan dilalui sebelum berkunjung ke pengrajin bambu dan pandan.

Sejumlah spot foto yang bisa dimanfaatkan adalah pemandangan sawah dan kebun warga setempat.

Sukma menambahkan, pihaknya juga menyediakan properti seperti topi petani.

“Kami juga saran ke pengunjung, supaya lebih berkesan dan lebih bagus foto-fotonya, bisa pakai dress code andalan,” tuturnya.

Selama berkunjung ke pengrajin bambu dan pandan, wisatawan bisa membeli oleh-oleh seperti peralatan rumah tanggan dari kerajinan bambu dan karpet atau vas yang terbuat dari pandan.

Untuk mengikuti Fun Trip VW Safari, pengunjung cukup membayar Rp300.000 per mobil.

“Maksimal satu mobil untuk empat orang. Kalau kurang dari empat tetap bisa Fun Trip VW Safari karena dihitungnya per mobil,” ungkap Sukma.

Saat ini, Omah Cantrik memiliki 9 – 10 mobil VW Safari yang dikelola secara pribadi.

Namun biasanya mereka hanya menggunakan lima mobil.

Usai berjalan-jalan keliling desa, wisatawan bisa lanjut wisata kuliner di restoran Omah Cantrik yang menyediakan berbagai pilihan makanan.

“Kami prasmanan. Ada nasi sayur, sayur lodeh, kates, nila, dan lele. Kalau by order juga ada mie Jawa. Snack ada khas Kulon Progo. Kita harga mulai dari Rp6.000-an,” ucap Sukma.

Namun sebelum memasuki area restoran, pengunjung wajib menggunakan masker dan mencuci tangan terlebih dahulu.

Jika tidak membawa masker, mereka tidak diperkenankan untuk masuk ke Omah Cantrik.

Tetapi, pengunjung tidak perlu khawatir karena masker batik seharga Rp7.000 tersedia di sana. Setelah perut kenyang, pengunjung bisa foto-foto di beberapa spot yang ada di Omah Cantrik.

Hal ini lantaran restoran didesain sedemikian rupa sehingga terlihat menarik.

“Kami untuk interior berkonsep tradisional dan modern, jadi tidak terlalu lawas. Di sini banyak spot foto,” ujar Sukma.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved