Okupansi Hotel di DIY Akhirnya Naik Pada Libur Panjang Isra Miraj dan Nyepi

Naiknya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta pun juga berdampak pada sektor perhotelan.

Editor: Amalia Nurul F
Istimewa
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono 

TRIBUNTRAVEL.COM - Libur panjang Isra Miraj dan Nyepi 11-14 Maret 2021 membawa angin segar bagi dunia perhotelan di DIY.

Naiknya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta pun juga berdampak pada sektor perhotelan.

Kenaikan okupansi hotel di DIY tercatat sebesar 20-30 persen.

"Untuk Kamis dan Jumat (11-12 Maret 2021) rata-rata di DIY 20-30 persen. Sabtunya melonjak rata-rata se-DIY bisa mencapai 35 persen," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono mengutip Kompas.com, Senin (15/3/2021).

Ia melanjutkan, kenaikan okupansi hotel di sektor tengah dan sektor utara bisa mencapai 45-60 persen.

Sektor tengah dimaksud adalah Malioboro sekitarnya lalu utara Tugu Jogja, hingga Jalan Magelang. Dengan naiknya okupansi hotel tersebut, Dedy berpendapat bahwa pariwisata DIY sudah mulai bergeliat kembali.

"Kita kan sudah vaksinasi nih, tinggal sekarang bagaimana pemerintah membantu kita dalam hal kemudahan-kemudahan akses mobilitas orang," ujar dia.

Dirinya berterima kasih kepada pemerintah daerah dan pusat karena telah menggunakan hotel maupun restoran untuk kegiatan meeting, mengingat daya beli masyarakat masih rendah.

"Kita juga tetap melakukan promosi. Ada harga promo misalnya. Tapi ada beberapa hotel yang menurunkan, hotel satu dengan hotel lain tidak sama. Sesuai dengan bujet mereka," imbuhnya.

Sedangkan aturan membawa surat keterangan hasil antigen masih diberlakukan pihaknya.

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved