Destinasi

Menikmati Kawasan Pedesaan Gunungkidul Naik VW

Pengelola kawasan Wulenpari membuat inovasi unik, yakni dengan paket Wisata Rp150.000 bisa mengunjungi kawasan wisata geosite naik mobil Volkswagen.

Editor: Amalia Nurul F
Dokumentasi Pengelola Wulenpari
Naik Mobil VW dari Kawasan Wulenpari, Patuk, Gunungkidul. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pengelola wisata di Gunungkidul tengah berlomba-lomba melakukan inovasi.

Salah satunya pengelola wisata Wulenpari, Kalurahan Beji, Kecamatan Patuk, Gunungkidul.

Dengan kunjungan terbatas dimasa pandemi ini, pengelola kawasan Wulenpari membuat inovasi unik, yakni dengan paket Wisata Rp150.000 bisa mengunjungi kawasan wisata geosite Gunung Batur atau kawasan Patuk naik mobil Volkswagen (VW) klasik.

Pengunjung juga bisa menikmati makanan sehat hingga beristirahat di kawasan wisata di bantaran Sungai Oya.

Perjalanan dimulai dari Wulenpari lalu dilanjutkan berkeliling ke geosite, seperti Gunung Ireng, Gunung Api Purba Nglanggeran, hingga kawasan wisata pembuatan topeng Bobung.

"Kami hanya menerima paket wisata grup kecil maksimal 15 orang agar protokol kesehatan tetap terjaga," kata Salah seorang pengelola Wulenpari bernama Aminudin Azis mengutip Kompas.com, Jumat (11/3/2021).

Ia melanjutkan bahwa penggunaan VW karena kendaraannya unik.

Selain itu, penutup atas bisa dibuka, sehinggan pengunjung bisa menikmati sinar matahari dan segarnya udara desa.

Aziz mengatakan bahwa untuk berkunjung bisa reservasi terlebih dahulu melalui akun media sosial Wulenpari.

Menuju Wulenpari jika dari Yogyakarta adalah masuk ke tikungan Beji yang sudah ada tulisan masuk ke kawasan Jelok dan Wulenpari.

Susuri jalan aspal kecil dan baru dibangun untuk masuk ke samping jembatan permanen yang baru dibuat.

Nantinya, pengunjung akan melewati jembatan gantung yang cukup unik karena saat berjalan bisa bergoyang, langsung memasuki sebuah kawasan yang cukup asri.

Saat berjalanan, di kanan terdapat Sungai Oya yang airnya mengalir sepanjang tahun.

Setelah itu, wisatawan akan disambut hamparan hijau rumput dan bangunan tradisional.

Jika berkunjung saat ada kegiatan atau akhir pekan, akan terdengar alunan musik tradisional yang syahdu.

Beberapa rumah tradisional juga didirikan untuk homestay.

Salah satu pengunjung bernama Edo mengaku tertarik dengan konsep yang ditawarkan Wulenpari.

Sebab bisa menikmati kawasan wisata sambil naik mobil lawas.

"Kemarin sempat ke sana. Selain naik VW, saya suka suasananya yang sejuk dan menikmati hidangannya bisa metik dan dinikmati langsung," tutur dia.

Aktivitas wisata di Wulenpari, Gunungkidul Puas menikmati kawasan wisata, pengunjung diajak menikmati keindahan bangunan berarsitektur Jawa dan halaman yang ditumbuhi rumputan hijau di Wulenpari.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved