Kemenparekraf Rencanakan Revitalisasi Toilet di Destinasi Wisata

Selain untuk rencana revitalisasi toilet, juga termasuk untuk penerapan juknis sampah dari Kemenparekraf.

Editor: Amalia Nurul F
Pixabay/TheInjang
Ilustrasi toilet 

Bisa juga berasal dari tarif penggunaan toilet yang dibayarkan para pengunjung tempat wisata.

“Jadi di beberapa tempat mereka membangun toiletnya, mereka mengelola, memelihara, mereka menarik bayaran, dan bayaran itu untuk mengelola toilet itu dilakukan secara cashless,” imbuh Hari.

Penerapannya, lanjut dia, menggunakan QR Code Indonesian Standard (QRIS) dari Bank Indonesia dan juga bank-bank tertentu.

Sistem cashless atau non-tunai di masa pandemi seperti ini memang bisa dibilang jadi standar yang baik karena meminimalkan sentuhan agar tetap higienis.

Dimulai dari 5 Destinasi Super Prioritas

Menparekraf Sandiaga Uno nantinya akan melakukan kick-off revitalisasi toilet destinasi wisata ini yang dilaksanakan bersamaan dengan pendampingan penerapan juknis sampah.

Hal tersebut akan dilaksanakan pada 18 Maret 2021, secara hibrid dan serentak di lima Destinasi Super Prioritas dan juga Bali.

Khusus Bali, akan dilakukan juga pendampingan pengelolaan dan pemeliharaan toilet bersih, sehat, dan berstandar oleh ATI.

Untuk Danau Toba, kick-off akan dilakukan di Pusat Informasi Geopark Sigulati-Samosir.

Lalu Borobudur antara di Desa Wisata Segajih dan Desa Wisata Jatimulyo, Bali di Pantai Kuta, Mandalika di Desa Sade Bawah, Labuan Bajo di Desa Wisata Liang Dara, dan Likupang di Pantai Pulisan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Rencana Revitalisasi Toilet di Destinasi Wisata dari Kemenparekraf".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved