Obyek Wisata di KRB III Gunung Merapi Klaten Telah Dibuka, Kunjungan Masih Sepi

Beberapa objek wisata di Desa Tegalmulyo Klaten dibuka karena mendapat izin dari surat edaran (SE) PPKM berbasis mikro.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Almurfi Syofyan
Pengunjung saat menaiki kereta gantung atau biasa disebut gondola yang menghubungkan Dusun Girpasang-Ngringin di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Selasa (19/1/2021). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Obyek wisata alam di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi telah dibuka sejak beberapa waktu terakhir, meski aktivitas Gunung Merapi masih fluktuatif.

Seperti halnya objek wisata yang ada di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten yang berada di KRB III Gunung Merapi.

Objek wisata alam yang berada di daerah tersebut sudah dibuka secara terbatas sejak diberlakukannya Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di Klaten.

"Untuk obyek wisata kita yang ada di Tegalmulyo semuanya sudah buka. Meski begitu pengunjung wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19," ujar Kepala Desa Tegalmulyo, Sutarno, Senin (15/3/2021).

Ia mengatakan, pertimbangan membuka objek wisata di Desa Tegalmulyo karena mendapat izin dari surat edaran (SE) PPKM berbasis mikro.

Adapun obyek wisata yang buka di daerah itu yakni,  objek wisata Embung Tirta Nirmala, objek wisata Kampung Girpasang hingga objek wisata Sapu Angin.

"Pertimbangan kita membuka setelah adanya surat edaran dari bupati mengenai izin pembukaan objek wisata secara terbatas melalui SE PPKM berbasis mikro," ucapnya.

Menurutnya, objek wisata yang ada di desa tersebut dibuka sesuai dengan aturan yang berlaku.

Yakni dengan pemberlakuan pembatasan pengunjung dan pembatasan waktu operasionalnya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini tingkat kunjungan wisatawan di tiga objek wisata itu belum terlalu signifikan.

"Kalau tingkat kunjungan belum terlalu signifikan, sebab saat ini kan masih ada pandemi. Untuk kenaikan kunjungan memang ada tapi baru lima persen saja," imbuhnya.

Disinggung terkait aktivitas Gunung Merapi, ia pun mengatakan jika saat ini aktivitas Merapi cenderung menurun meski status siaga level III belum dicabut.

"Aktivitas Merapi masih ada, tapi cenderung menurun dan aktivitas warga di KRB III pun saat ini masih berjalan normal," tandasnya. (Tribun Jogja/Almurfi Syofyan)

Sumber: Tribun Jogja

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved