Begini Penjelasan Disparbudpora Klaten Soal Dibukanya Objek Wisata di KRB III Gunung Merapi

pembukaan objek wisata di lereng Gunung Merapi tersebut masih dilakukan secara terbatas dan belum semua obJek wisata yang memilih untuk buka.

Tribun Jogja/Almurfi Syofyan
Plt Kepala Disparbudpora Klaten, Sri Nugroho saat ditemui di Pendapa Pemkab Klaten. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Dinas Pariwisata Budaya dan Pemuda Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Klaten membenarkan jika sejumlah objek wisata yang ada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi di Klaten telah dibuka.

Meski begitu, pembukaan objek wisata di lereng Gunung Merapi tersebut masih dilakukan secara terbatas dan belum semua objek wisata yang memilih untuk buka.

"Benar sudah buka, tapi belum semuanya masih ada beberapa yang tutup," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Disparbudpora Klaten, Sri Nugroho saat ditemui di Pendapa Pemkab Klaten, Senin (15/3/2021).

Sri mengatakan, pihaknya juga sudah berkoordinasi melalui surat dengan BPPTKG untuk membuka objek wisata alam yang tersebar di tiga desa yang masuk wilayah KRB III Gunung Merapi itu.

"Kemarin sudah bersurat dengan BPPTKG terkait pembukaan objek wisata di KRB III. Adapun yang buka itu belum sepenuhnya atau semuanya," jelasnya.

Ia mengatakan, pembukaan objek wisata di KRB III Gunung Merapi Klaten dilakukan secara terbatas mengikuti Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro.

Dalam surat edaran (SE) PPKM berbasis mikro itu disebutkan jika objek wisata boleh dibuka hingga pukul 15.00 setiap harinya.

Sementara untuk jumlah pengunjung juga dibatasi hanya 30 persen dari jumlah kapasitas objek wisata tersebut.

"Secara prinsip sudah boleh buka tapi terbatas seperti yang tertuang dalam PPKM mikro," imbuhnya.

Sebelumnya, objek wisata yang ada di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten yang berada di KRB III Gunung Merapi audah mulai dibuka.

Objek wisata alam yang berada di daerah tersebut sudah dibuka secara terbatas sejak diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di Klaten.

"Untuk objek wisata kita yang ada di Tegalmulyo semuanya sudah buka. Meski begitu pengunjung wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19," ujar Kepala Desa Tegalmulyo, Sutarno, Senin (15/3/2021).

Ia mengatakan, pertimbangan membuka objek wisata di Desa Tegalmulyo karena mendapat izin dari surat edaran (SE) PPKM berbasis mikro.

Adapun objek wisata yang buka di daerah itu yakni, objek wisata Embung Tirta Nirmala, objek wisata Kampung Girpasang hingga obyek wisata Sapu Angin.

"Pertimbangan kita membuka setelah adanya surat edaran dari bupati mengenai izin pembukaan objek wisata secara terbatas melalui SE PPKM berbasis mikro," ucapnya. (Tribun Jogja/Almurfi Syofyan)

Ikuti kami di
Editor: Amalia Nurul F
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved