Indonesia International Coffee Expo Digelar Oktober 2021

Pameran Indonesia International Coffee Expo (IICE) tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, ekonomi dan perdagangan untuk industri kopi global.

Editor: Amalia Nurul F
Istimewa
Dr, Jamhari, S.P., M.P. Dekan Faperta UGM (kiri) bersama Anton Apriyantono Ketua Umum DEKOPI dan Bambang Setiawan Presiden Direktur Traya Eksibisi Internasional dalam acara Coffee night di The Cangkringan Jogja Village, Sabtu (13/3/2021) malam. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Dewan Kopi Indonesia (DEKOPI) bersama PT Traya Eksibisi Internasional berencana akan menggelar pameran khusus industri kopi yaitu Indonesia International Coffee Expo (IICE) pada bulan Oktober 2021 dan bulan Maret 2022 di Jakarta Convention Center.

Penyelenggaraan pameran Indonesia International Coffee Expo (IICE) tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, ekonomi dan perdagangan untuk industri kopi global.

IICE juga berupaya menjadi wadah bagi kedai kopi merek lokal untuk berekspansi ke pasar global dengan menyediakan jaringan serta membentuk metode untuk keberlanjutannya.

Pameran business to business ini diikuti oleh produsen kopi, eksportir & trading house, perusahaan peralatan kopi serta perlengkapannya, industri pendukung (perusahaan kemasan, logistik, desain interior, dan penyedia teknologi).

Tidak hanya itu saja, perusahaan penyedia bahan pembuat kopi seperti perusahaan susu, teaIce cream, dan sirup perasa juga berpartisipasi dalam pameran ini.

Nantinya, para peserta ini dapat bertemu dengan visitors mulai dari importir dan eksportir, pemilik waralaba, wholesalers serta distributor dan masih banyak lagi.

Ketua DEKOPI Anton Apriyantono mengatakan, Indonesia merupakan negara penghasil kopi unggulan.

Ada setidaknya 20 jenis kopi Arabika asli Indonesia telah diakui secara internasional.

Keunikan ini membuat kopi Indonesia sudah menjelajah dunia selama bertahun-tahun dan akhirnya menjadikan kopi sebagai salah satu komoditi ekspor utama.

Namun, produktivitas dan faktor geografi masih menjadi persoalan klasik yang dihadapi petani kopi di Indonesia.

Berkaitan hasil produksi kopi, saat ini angkanya masih rendah.

Data nasional menyebutkan tingkat produktivitas rata-rata hanya 0,7 ton per hektare tiap tahun.

Angka itu jauh di bawah Vietnam dan Brazil yang sudah menembus 3 ton.

"Luasan perkebunan kopi sudah mencapai 1,2 juta hektare tapi banyak tersebar di area pegunungan. Itu menjadikan pengembangannya tidak mudah terutama karena kendala transportasi, dan air," kata Anton

"Kami berharap pameran IICE nanti dapat memberi wawasan berharga mengenai industri kopi global serta lokal sehingga tercipta efek sinergi ke depannya," lanjutnya.

"DEKOPI yang menampung banyak asosiasi kopi di Indonesia berharap agar anggotanya dapat menemukan banyak ilmu baru untuk kemajuan bisnis mereka," sambungnya.

Sementara, Presiden Direktur Traya Eksibisi Internasional memaparkan bahwa, pameran yang didukung penuh oleh DEKOPI ini memiliki tujuan untuk memberikan wawasan berharga tentang industri kopi global dan lokal.

“DEKOPI dan IICE akan mengadakan Trade & Business Forum bagi forum kopi profesional pertama di Indonesia. Dengan datangnya buyer dari dalam dan luar negeri, kami menghadirkan peluang bisnis dengan memberikan pengalaman dan koneksi dalam bisnis, pengetahuan mengenai kopi dan perluasan budaya," paparnya.

"Sehingga pameran ini menjadi platform bisnis one-stop-shopping untuk mencari kemitraan lokal dan global” jelasnya. (Tribun Jogja/Yosef Leon Pinsker)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved