Pameran

Syam Terrajana Gelar Pameran Tunggal 'Pada Ruang yang Bercerita'

Syam Terrajana memamerkan total 15 lukisan, video art, instalasi, serta 85 mix media on papers atau panels.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Hanif Suryo
Pameran tunggal Syam Terrajana berjudul 'Pada Ruang yang Bercerita' yang digelar di Ruang Dalam Art House, Jeblog, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, dari 6-15 Maret 2021 mendatang. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pameran tunggal bertajuk 'Pada Ruang yang Bercerita' menjadi ruang kerja Syam Terrajana untuk mengeksplorasi hal-hal yang berkaitan dekat dengan background-nya.

Ia mengeksplorasi dirinya sebagai seorang jurnalis, sekaligus menaruh minat kuat pada seni teater, sastra, dan sejarah. 

Bertempat di Ruang Dalam Art House, Jeblog, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, dari 6-15 Maret 2021 mendatang, Syam Terrajana memamerkan total 15 lukisan, video art, instalasi, serta 85 mix media on papers atau panels.

Di karya-karya ini, Syam juga menyertakan penggalan kata-kata.

"Pameran tunggal ini setelah saya berproses sekira tiga tahun, saya ingin menjembatani background antara jurnalisme, teater, kegemaranku terhadap sastra dan sejarah, kira-kira ingin saya bungkus dalam karya-karya yang saya pamerkan," ujar Syam Terrajana di sela pembukaan pameran, Jumat (5/3/2021).

"Ada 15 lukisan, ada juga video art, instalasi, ada juga penggalan kata-kata. Jadi saya ibaratkan pameran ini seperti ruang kerjaku, tempat aku muntah," ujarnya

"Saya bisa menggambar, meng-collaps, berkata-kata, dan itu aku kerjakan dalam satu nafas," tambahnya.

Pengunjung menikmati karya di pameran tunggal Syam Terrajana.
Pengunjung menikmati karya di pameran tunggal Syam Terrajana. (Tribun Jogja/Hanif Suryo)

Dalam proses pengkaryaan, Syam Terrajana tidak memulainya dari gagasan. Melainkan lebih dulu menggambar.

"Di tengah jalan, baru aku tahu, oh dia (karya) ini minta diceritakan seperti apa. Kalau ceritanya sih saya tidak mau mendikte penonton, saya cuma ingin menyampaikan inilah cerita saya dengan clue-clue berupa potongan kata-kata di setiap karyanya, yang aku juga nggak bisa bilang itu puisi," terangnya.

"Istilahnya aku merespon sendiri karya lukis itu. Misal saya pinjam tentang episode sejarah di Indonesia, yang itu sebenarnya juga tidak bercerita spesifik tentang sebuah sejarah itu," katanya.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved