Menghabiskan Sore dengan Berolahraga di Tambak Boyo

Embung Tambakboyo jadi destinasi untuk melepas penat dengan berolahraga atau memancing.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Taufiq Syarifudin
Embung Tambakboyo sering jadi destinasi masyarakat Yogyakarta untuk berolahraga. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Jauh dari keramaian kota, Embung Tambakboyo jadi destinasi masyarakat Yogyakarta untuk berolahraga atau sekadar melepas penat setelah bekerja.

Selain itu, Embung Tambakboyo juga kerap dipakai untuk masyarakat yang hobi memancing ikan.

Biasanya, tampak beberapa orang membawa joran pancing dan pelet sebagai umpan, ada juga yang membawa sebungkus cacing.

Semakin sore, pengunjung Embung Tambakboyo kian ramai disesaki orang dari berbagai kalangan.

Kebanyakan dari mereka datang menggunakan motor yang diparkir di sebelah selatan, kemudian turun dan mulai berlari mengitari embung.

Di sudut sebelah barat, ada juga yang menjual kopi dan cemilan, pengunjungnya cukup ramai.

Fajar Fauzi salah satu pengunjung bercerita sering datang ke Embung Tambakboyo untuk olahraga, namun waktunya tak tentu.

"Sering lari di sini, biasanya sore, kalau pagi pas gak mager aja," katanya pada Tribun Jogja, tempo hari.

Ia juga lebih sering datang sendiri karena malas kalau mengajak teman, harus menunggu.

"Nanti kalau sama temen lama nunggu, akhirnya gak jadi karena kesorean," imbuhnya.

Berbeda Ridwan Zain, yang datang ke Embung Tambakboyo hanya untuk jalan-jalan melepas penat.

Statusnya kini masih menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta. Ia berasalan, kalau kuliah daring membuatnya pusing, sehingga butuh penyegaran.

"Baru beberapa kali aja ke sini, biasanya cuma di kos main game, pusing kuliah terus di kos," paparnya.

Senja menuju gelap, para pengunjung bergegas kembali, motor di parkiran mulai berkurang, dibawa pemiliknya pulang.

Para penjaga parkir sudah tidak sibuk lagi memberikan karcis parkir seharga Rp2000, namun banyak mengarahkan pengunjung yang hendak pulang.

Angin di sekitar telaga mulai menipis, tidak seperti sebelumnya yang cukup kencang meniup pepohonan di sana.

Namun para pemancing masih betah bertahan dengan jorannya, sambil menyesap rokok, serta sesekali memeriksa hasil tangkapannya. (Tribun Jogja/Taufiq Syarifudin)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved