Dinas Pariwisata Kulonprogo Luncurkan Seni Musik Krumpyung

Dalam pembuatan musik krumpyung bernuansa angguk ini dengan melibatkan sejumlah seniman di Kulonprogo

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Sri Cahyani Putri
Launching Musik Krumpyung oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo. 

TRIBUNTRAVEL.COM – Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Kulonprogo meluncurkan musik krumpyung.

Seni musik khas Kulonprogo ini akan menghiasi di sejumlah usaha jasa pariwisata (UJP) baik hotel, restoran, dan tempat-tempat pariwisata.

Kepala Dinpar Kulonprogo, Joko Mursito mengatakan, selama ini msuk dengan nuansa angguk ini lebih dikenal oleh masyarakat sebagai iringan tarian.

Namun, kini musik krumpyung menjadi musik ilustrasi.

“Karena selama ini, kami juga masih melihat banyak warung yang menggunakan musik dari Bandung dan Bali,” ujarnya, Jumat (28/2/2021).

“Untuk itu kami coba gelorakan musik krumpyung ini di sejumlah UJP. Ada 50 keping CD untuk diapresiasi dulu sembari menunggu feedback kekurangannya untuk disempurnakan,” tuturnya.

Adapun, dalam pembuatan musik krumpyung bernuansa angguk ini dengan melibatkan sejumlah seniman di Kulonprogo.

Mereka berkreasi untuk mengangkat potensi daerah menjadi identitas.

Sebab, melalui identitas musik dan tarian akan memperkuatt jati diri dan mengangkat citra daerah.

Dengan demikian potensi lokal yang dimiliki harus dikembangkan.

Sehingga selalu siap bersaing dengan daerah lain tanpa meninggalkan jati diri.

Musik ini oleh Joko kemudian disimulasikan di Pantai Wewe (papan santai warna wisata) yang berada di kompleks Dinpar Kulonprogo.

Joko mengatakan, Pantai Wewe tercipta karena di masa pandemi banyak keterbatasan ketika mengadakan pertemuan di ruang tertutup dengan menggunakan AC yang sedikit dihindari.

Kemudian, ia menciptakan ruang untuk pertemuan di area terbuka dengan memanfaatkan tempat yang sebelumnya tidak termanfaatkan.

“Kalau kita koar-koar ke masyarakat dan destinasi wisata untuk membuat destinasi wisata yang bagus, dan mengemas pariwisata yang baik tanpa dilakukan dari unit terkecil hasilnya nonsense,” katanya.

“Sehingga kami barikan contoh dari lingkungan kantor,” imbuhnya.

Terlebih aura wisata yang terdapat di kantor Dinpar Kulonprogo dapat menjadikan orang yang datang ke kantor tesebut cukup senang. (Tribun Jogja/Sri Cahyani Putri)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved