Pemkot Yogyakarta dan GIPI Bersinergi Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Sektor Wisata

Ketua GIPI Yogyakarta, Bobi Ardianto menuturkan, sudah saatnya semua pelaku pariwisata bersinergi memperbaiki keadaan.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Azka Ramadhan
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Yogyakarta, Bobi Ardianto (kanan) bersama Wakil Wali Kota Heroe Poerwadi. 

TRIBUNTRAVEL.COM – Pandemi civud-19 menjadi pil pahit bagi industri pariwisata tak terkecuali di Kota Yogyakarta.

Namun pengalaman sepanjang 2020 lalu, hendaknya dijadikan pengalaman untuk melakukan pemulihan dan menggeliatkan kembali industri pariwisata.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Yogyakarta, Bobi Ardianto menuturkan, sudah saatnya semua pelaku pariwisata bersinergi memperbaiki keadaan.

Ia mengakui, kebijakan PPKM, syarat swab test antigen kini berdampak pada penurunan angka wisatawan.

“Tapi saya berikan apresiasi pada teman-teman di Yogya. Industri pariwisata Yogya tidak cengeng,” ujarnya, Kamis (25/2/2021) di sela diskusi kepariwisataan.

“Ya, mereka tetap punya spirit besar untuk bertahan di situasi susah ini agar roda perekonomiannya bisa terus bergerak,” jelasnya.

Karena itulah, melonjaknya kasus covid-19 di Yogyakarta pada libur panjang Agustus, Oktober, dan Desember 2020 lalu, wajib diantisipasi agar tak terulang kembali.

Dirinya pun menyadari fenomena tersebut merupakan kesalahan kolektif dan harus segera dibenahi.

“Apa yang menjadi kesalahan bersama kemarin, artinya untuk grafik kembali naik, jadi tanggung jawab bersama,” katanya.

“Masyarakat, industri pariwisata, dan pemerintah harus bersama-sama dan saling bersinergi,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya telah menyatakan kesiapannya, untuk terus bahu-membahu dengan Pemkot Yogyakarta, untuk mewujudkan Yogyakarta sebagai tuan rumah yang benar-benar bertanggung jawab.

“Ya, tuan rumah bertanggung jawab. Artinya, bagaimana dibuat satu standar yang dapat dipedomani bersama, dan dijalankan dengan sebaik mungkin,” tuturnya.

Bobi beranggapan, saat ini GIPI berusaha menginisiasi sistem travel koridor, berbentuk government to government (G2G).

Dengan begitu, akan terjalin kerja sama antar pemerintah daerah, khususnya di Jawa-Bali, untuk mengkondisikan seluruh wisatawan yang masuk, atau keluar.

“Jadi, ini antisipasi dan memberikan jaminan, bagaimana wisatawan dan daerah asalnya itu terkondisi dengan baik,” jelasnya.

“Sehingga saat masuk ke Yogya juga kita kelola dengan baik, tentunya, dari aspek kesehatan,” sambungnya.

“Kita bikin konsorsium, industri dan pemerintah bersama menggerakkannya, agar lebih memudahkan dalam melakukan monitoring dan evaluasi, untuk memastikan pergerakan wisatawan itu tetap aman dan sehat. Jadi terevaluasi dengan baik,” pungkasnya. (Tribun Jogja/Azka Ramadhan)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved