Kuliner

Mie dan Beras Mocaf Jadi Produk Andalan Gunungkidul

Mereka membuat berbagai jenis makanan berbahan dasar tepung ketela atau mocaf (modified cassava flour).

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Suti menunjukkan salah satu produk jadi hasil olahan tepung mocaf. Selain mie, tepung mocaf juga dibuatnya jadi beras hingga penganan lainnya. 

Produk mie menghabiskan waktu dua hari hingga kering.

Sedangkan beras mocaf cukup dikeringkan selama seharian.

“Berasnya kami buat tujuh varian, kalau mie sampai 12 varian rasa dengan pewarna alami,” urainya.

Beras dijual dengan harga Rp14.000 per setengah kilogram dan Rp20.000 per satu kilogram.

Sedangkan mie mulai dari Rp3.200 hingga Rp4.000 per bungkusnya.

Selain kerja sama, penjualan juga dilakukan secara online.

Suti mengatakan, penjualan produknya kini sudah mecapai luar Pulau Jawa.

Meski begitu, ia mengaku masih ada kendala dalam hal pemasaran, mengingat ongkos kirim yang lebih tinggi ketimbang harga jualnya.

“Beruntungnya kami banyak dibantu juga untuk pemasaran itu, supaya tetap lancar,” ujarnya.

Meski ada penurunan omzet karena pandemi covid-19, Suti mengatakan saat ini produknya masih tetap mampu terjual.

Sebab sudah didukung dengan sistem online.

Ke depan, ia berencana mengembangkan lagi produk yang dibuat dari mocaf.

Salah satunya membuat mie dengan campuran tepung tempe dan tepung ikan.

“Warga sekitar kini juga ikut merasakan manfaat dari pengolahan mocaf ini, karena bisa diolah dari rumah,” katanya. (Tribun Jogja/Alexander Aprita)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved