Candi

Mengungkap Kisah Terpendam Dalam Struktur Kuno Temuan Baru Candi Pawon

Batu bata berukuran besar dan batuan andesit tampak tersingkap di kedalaman hampir satu meter di dalam tanah, di bawah rindang pepohonan bambu.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Rendika Ferri Kurniawan
Struktur batu bata merah dan batuan andesit yang ditemukan tak jauh dari Candi Pawon dan mata air Sendang Lanang dan Wadon, Sungai Progo, Borobudur, Kabupaten Magelang, Senin (28/12/2020) 

TRIBUNTRAVEL.COM – Struktur rapi tampak membentuk sudut lurus.

Batu bata berukuran besar dan batuan andesit tampak tersingkap di kedalaman hampir satu meter di dalam tanah, di bawah rindang pepohonan bambu.

Beberapa jengkal saja jaraknya dari Candi Pawon dan Sungai Progo di Borobudur, Kabupaten Magelang.

Candi Pawon
Candi Pawon (Tribun Jogja/Rendika Ferri Kurniawan)

Tak jauh dari sana, terdapat dua mata air yang masih memancar bahkan sampai sekarang.

Oleh warga setempat di Dusun Brojonalan, Dusun I, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, dua mata air itu dinamakan Sendang Lanang dan Sendang Wadon.

Sebuah stupika juga ditemukan bersamaan dengan struktur batu bata dan batuan.

Temuan stupa kecil ini mencirikan situs yang diduga merupakan peninggalan Buddha di Borobudur, dan di tempat tersebut, dahulu pernah berdiri sebuah bangunan.

Belum diketahui bangunan tersebut. Entah itu sebuah pondasi rumah permukiman kuno atau petirtaan, karena dekat dengan sumber mata air.

Tangga menuju candi setelah bersuci di mata air, atau bangunan lain yang menyangga candi.

Jika struktur itu merupakan bagian dari bangunan pendamping candi, maka usianya diperkirakan sama dengan usia Candi Pawon dari abad 8 Masehi.

Sumber: Tribun Jogja

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved