Kerajinan

Sri Rahayu Sulap Koran Bekas Jadi Kerajinan Bekelas

Ditangan Sri, prosesnya tampak sangat mudah. Jemari tangannya bergerak lincah dan telaten menyambung gulungan demi gulungan.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
Sri Rahayu menunjukkan hasil kreasi kerajinan dari bahan limbah kertas korban, di rumahnya Nglempong Lor RT 07 RW 22 Sariharjo, Ngaglik, Sleman. 

Ia berpikir, daripada kertas dijual kiloan dengan harga murah, terbesit ide untuk memanfaatkan limbah tersebut menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui Google dirinya belajar, dan seketika itu langsung dipraktikkan.

Siapa sangka, bakat desain dan hobinya membuat pernak-pernik mengalir dalam jarya.

Limbah koran bekas itu, mulanya dipotong dan dibuat gulungan.

Lalu dianyam menjadi macam-macam kerjaninan, mulai dari vas bunga, tempat pensil, topi, replika cangkir, tempat permen, keranjang, hingga tas dengan beragam ukuran.

Ada puluhan bentuk kerajinan yang sudah dibuat.

“Semua bahannya, kami memanfaatkan limbah,” katanya.

Kerajinan berbahan limbah kertas koran buatannya dijual secara online dan offline.

Penjualan offline dengan menitipkan barang di sebuah showroom di Jalan Kaliurang.

Jangkauan pemasarannya pun merambah hingga Bandung, Jawa Baarat.

Sementara itu, penjualan online dilakukan dengan memanfaatkan platform Instagram dan WhatsApp.

Harga jualnya bervariasi, yakni antara Rp35.000 hingga Rp250.000, tergantung pola anyaman dan tingkat kerumitan.

Kerajinan limbah koran, awalnya laris manis.

Sri Rahayu mengaku sempat memiliki dua karyawan.

Namun sejak pandemi menyerang, industri kecil menengah mengalami pukulan luar biasa.

Produksinya anjlok, dua karyawan terpasa harus dirumahkan, karena terkendala oleh penjualan.

“Mudah-mudahan, pandemi ini segera berakhir,” tuturnya. (Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved