Museum

Menyaksikan Sejarah Perkembangan Batik Sambil Membatik Langsung di Museum Batik Yogyakarta

Didirikan pada 1973 dan diresmikan tahun 1979 silam, museum ini juga memuat sejarah perkembangan batik dari masa lalu hingga masa kini.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Rendika Ferri Kurniawan
Pengunjung menikmati wisata sejarah batik dan membatik secara langsung di Museum Batik Yogyakarta di Jalan Dr Sutomo Nomor 13A, Kota Yogyakarta, Selasa (19/1/2021). 

Seperti Bledak Emprit, Bledak Kembang Telo, Parang Klitik, hingga Tirta Teja.

Juga ada Sekar Jagad, Semen Rejo, Gringsing Gering, Parangkusumo, Madu Bronto, Wahyu Tumurun, Tambal, hingga batik Peranakan yang merupakan percampuran dengan gaya negara lain.

Tiap jenis kain batik tak hanya berbeda corak dan warnanya saja, tetapi juga mengandung makna masing-masing.

Seperti Tirta Teja yang memiliki arti Air dan Cahaya.

Orang yang memakai batik ini diharapkan bisa beradaptasi di mana pun ia berada.

Sekar Jagad yang berarti Bunga Dunia, yang melambangkan kesempurnaan dan keberagaman.

Semen Rejo memiliki makna semi atau tunas baru, dan rejo yang berarti makmur.

Sehingga dimaknai dengan harapan pada tunas-tunas baru dapat bersemi dalam kemakmuran.

Gringsing Gering, Sing memiliki makna menghindar, dan Gering berarti sakit.

Batik ini digunakan untuk membedong bayi supaya tak sakit.

Juga ada batik Parangkusumo yang melambangkan harapan.

Selanjutnya ada batik Madu Bronto yang berarti manis, dan bronto yang bermakna perasaan untuk menyatakan cinta dan melamar gadis.

Berikutnya ada batik Wahyu Tumurun yang digunakan untuk acara pernikahan atau midodareni.

Sedangkan batik Sido Asih dan Sido Mukti yang agar acara pernikahan supaya kehidupan bahagia ke depannya.

Kemudian batik motif Tambal yang bermakna menambal atau memperbaiki yang rusak.

Staf Museum Batik Yogyakarta, Binti Istiqomah menuturkan, museum ini didirikan oleh Hadi Nugorho dan Dewi Sukarningsing dengan delapan sekawan.

Inisiasi tersebut dicetuslan sejak 1973 silam.

Mereka sepakat mendirikan museum dan diresmikan menjadi Museum Batik Yogyakarta oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata pada tahun 1979.

Museum ini bertempat di sebuah rumah yang sekarang ada di Jalan Dr Sutomo Nomor 13A Yogyakarta, tepatnya di selatan flyover Lempuyangan.

Museum ini hampir 42 tahun berdiri dan menuturkan kisah batik di sepanjang sejarah kain istimewa ini.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved