Homestay

Menilik Homestay Halal di Borobudur, Seperti Apa?

Homestay Halal Borobudur sendiri saat ini punya tiga tipe kamar yakni family, standar, serta kapsul, dengan jumlah total lebih dari 40 tempat tidur,

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Yosef Leon Pinsker
uasana homestay halal Borobudur dan homestay Specpacker di Magelang yang menyasar wisatawan backpacker sebagai konsumen, Selasa (2/2/2021). 

Akibat pandemi, harga kini dipangkas menjadi Rp400.000 hingga Rp600.000 per kamar dengan jumlan total dua kamar.

“Itu biasa digunakan wisatawan yang keluarga dan sudah punya anak. Karena kamarnya cukup luas bisa muat empat sampai enam orang,” urainya.

Sementara untuk tipe standar, harga turun menjadi Rp265.000 dari yang semula Rp500.000.

“Yang ini bisa muat dua orang dan biasanya dipakai yang baru nikah. Kami punya empat kamar untuk tipe ini,” paparnya.

Khusus wisatawan backpacker, pihaknya menyediakan pula kamar tipe kapsul yang disusun bertingkat.

Kamar tipe ini berada di bawah dan juga di atas.

Di atas dengan jumlah 32 tempat tidur dan 8 tempat tidur di bawah.

“Tapi karena pandemi, semua kami kurangi hingga separuh kapasitasnya,” katanya.

“Jadi yang atas maksimal 16 dan bawah 4. Itu harganya Rp75.000 dari normal Rp100.00,” katanya.

Tersedia berbagai tipe kamar di Homestay Halal Borobudur.
Tersedia berbagai tipe kamar di Homestay Halal Borobudur. (Tribun Jogja/Yosef Leon Pinsker)

Menariknya, wisatawan yang menginap di Homestay Halal Borobudur bisa mengakses 32 spot selfie yang unik di area itu.

Wisatawan akan diberi cap khusus saat registrasi dan bebaas berfoto ria tanpa dipungut biaya lagi.

“Semua sudah free sarapan dam bebas 32 spot selfie,” ujarnya.

Kembangkan Homestay Baru Meski Merugi

Hani tampaknya belum cukup puas dengan keberadaan  satu homestay yang dipusatkan di Desa Bahasa Borobudur.

Meski di masa pandemi, ia tak ambil pusing dan kembali mendirikan usaha serupa.

Tampaknya, keinginannya dalam menggaet wisatawan backpacker cukup serius.

Usaha serupa didirikannya do daeraj Wanurejo dengan konsep yang sama persis seperti Desa Bahasa yang bertajuk syariah dan halal.

“Saya memang tidak main-main soal konsep syariah. Saya sudah keliling dan lihat model usaha serupa di berbagai tempat baik luar maupun dalam negeri,” ungkapnya.

“Jadi saya tidak ikut-ikutan saja, soalnya seperti ada kepuasan tersendiri kalau buka usaha dengan konsep begini,” tuturnya.

Dengan konsep syariah dan halal, Hani menyebut ada beberapa perbedaan yang mendasar antara homestay-nya dengan homestay yang lain.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved