Kuliner

Martabak Pasar Pathuk ini Sempat Viral, Seperti Apa Keunikannya?

Lapak martabaknya buka pukul 06.30-10.00 WIB di sebelah Pasar Pathuk Jalan Bhayangkara, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Ardhike Indah
Martabak telur puyuh Bu Jumirah yang habis dalam waktu tiga jam. 

TRIBUNTRAVEL.COM – Pagi itu di salah satu sisi Pasar Pathuk tampak gerobak biru.

Orang-orang mengular, mengantre setidaknya sejak pukul 07.30.

Jumirah tampak tangkas membalut martabak telur puyuh pesanan pembeli.

Ia meracik dan menggoreng, berbagi tugas dengan suamianya yang bertugas menyusun kulit martabak, telur puyuh, dan sayur.

Jumirah dengan cekatan menuangkan telur yang telah dikocok bersama bumbu ke atas sayur dan telur puyuhnya.

Gerobak biru tempat Jumirah dan suaminya berjualan martabak.
Gerobak biru tempat Jumirah dan suaminya berjualan martabak. (Tribun Jogja/Ardhike Indah)

Ia kemudian menutup kulit martabak dan memasukkannya ke penggorengan.

Sementara, sang suami menggoreng martabak-martabak mentah itu hingga kecokelatan, dan meniriskannya dari minyak panas.

Setelah minyak tiris, ia memasukkan ke kotak atau plastik sesuai pesanan pembeli.

“Alhamdulillah meski pandemi seperti ini, jualan saya tetap habis. Meski harus menunggu sampai siang,” ungkapnya belum lama ini.

Lapak martabaknya buka pukul 06.30-10.00 WIB di sebelah Pasar Pathuk Jalan Bhayangkara, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved