Jajanan

Ini Dia Lumpia Bu Larmi, Legenda Sejak 1991

Para penggemar jajanan rasanya tak plong jika belum menjajal varian lumpia yang disediakan di sini. Ada tiga macam isian lumpia yang ditawarkan.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Maruti Asmaul Husna
Lumpia Bu Larmi yang berlokasi di perempatan lampu merah Dongkelan, Jalan Bantul, Kota Yogyakarta 

TRIBUNTRAVEL.COM – Sebuah lapak kaki lima di Jalan Bantul persis dekat lampu merah ringroad Dongkelan dari arah selatan tampak begitu ramai.

Lapak di sisi timur jalan ini, tepatnya di depan Bengkel Indojaya Dongkelan ini seolah tak pernah sepi pembeli.

Terlebih di sore hari, banyak pengunjung yang menyerbu jajanan khas ini.

Lumpia Bu Larmi, memang terkenal sejak berdiri pada 1991 silam.

Kuliner dengan isian padat dan kulit yang garing lagi gurih siap menggoyang lidah.

Para penggemar jajanan rasanya tak plong jika belum menjajal varian lumpia yang disediakan di sini.

Ada tiga macam isian lumpia yang ditawarkan.

Seperti isi biasa, ayam, dan telur. Lumpia biasa dipatok harga Rp2.000 per buah.

Sedangkan lumpia isi ayam dan telur masing-masing Rp2.500.

Adapun rincian isi lumpia ini adalah bengkuang atau rebung (tergantung musim), wortel, tauge, tahu putih, dan daun bawang.

Tentunya ditambah dengan bumbu yang khas dengan resep asli Bu Larmi.

Tak hanya itu, pembeli akan mendapat tambahan acar, kuah, dan cabai rawit gratis dari setiap pembelian.

Tak perlu khawatir menikmati lumpia dingin dan renyah.

Sebab, lumpia Bu Larmi langsung dibuat dan digoreng ditempat.

Pembeli pun bisa memesannya selagi hangat.

Dalam sehari, Lumpia Bu Larmi mampu terjual hingga 1.000 buah.

Sementara, puncak penjualan terjadi setiap bulan puasa, yakni mencapai 3.000 buah.

Sejak 1991

Lumpia Bu Larmi ini telah ada sejak 1991. Nama Bu Larmi diambil dari sang pemilik yang tinggal di Dongkelan RT 6.

Saat ini usaha lumpia diteruskan oleh anaknya.

Ada anak keempat Bu Larmi, Edy Susanto (38) mengungkapkan , usaha ini ia lanjutkan oleh dirinya dan beberapa anggota keluarga lainnya.

“Yang masak saya. Bu Larmi ada di rumah. Masih suka nyicipi (lumpia) kalau ada bumbu yang kurang,” ungkap Edy, Sabtu (23/1/2021).

Edy mengaku, dirinya turut berjualan dengan sang ibu sejak masih bujang.

Lumpia Bu Larmi buka tiap hari tanpa hari libur, mulai pukul 16.00-20.00 WIB.

“Saat lebaran tutup, saat awal corona kemarin kami tidak buka hari Minggu, tapi hanya selama empat bulan. Karena nggak enak sama yang lain,” kata Edy.

Sebagai kuliner yang cukup kondang, kata Edy, banya pula pelanggan setia lumpianya yang berasal dari luar kota.

“Ada yang dari Jakarta, Surabaya. Kalau liburan mampir ke sini,” paparnya. (Tribun Jogja/Maruti Asmaul Husna)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved