Wisatawan ke Gunungkidul Cukup Cek Suhu, Tak Perlu Rapid Test Antigen

Bupati Gunungkidul Badingah memutuskan meniadakan syarat rapid test antigen bagi wisatawan.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Alexander Aprita
Petugas saat mendata pengunjung di Pintu Retribusi Baron, Tanjungsari, Gunungkidul pada Selasa (26/01/2021). 

TRIBUNTRAVEL.COM – Instruksi Bupati Gunungkidul soal PSTKM tahap kedua resmi diberlakukan mulai Senin (26/1/2021).

Sejumlah perubahan pun dilakukan pada instruksi terbaru tersebut.

Bupati Gunungkidul Badingah memutuskan meniadakan syarat rapid test antigen bagi wisatawan.

“Jadi bagi wisatawan asal luar DIY tak perlu lagi membawa hasil rapid test antigen jika akan berwisata di Gunungkidul,” terangnya.

Badingah memaparkan, kebijakan itu diambil setelah melihat dampaknya pada sektor pariwisata.

Sebab, kondisi ekonomi para pelaku usaha wisata terpukul dengan adanya syarat tersebut.

Meski ditiadakan, dirinya memastikan kondisi kesehatan pengunjung dari luar DIY tetap dicek.

Antara lain denga pemeriksaan suhu tubuh serta pendataan saat tiba di pintu retribusi wisata, khususnya kawasan pantai.

Screening (pemeriksaan) dasar tetap dilakukan oleh petugas di pos retribusi,” kata Badingah.

Terpukulnya sektor pariwisata akibat syarat tersebut diungkapkan oleh Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi.

Ia mengaku menerima laporan dari banyak pihak atas dampak yang timbul.

Kawasan pantai lah yang palling terpukul lantaran destinasi ini menjadi primadona di Gunungkidul.

Jika saat uji coba terbatas bisa sampai 3.000 pengunjung, sejak PSTKM angkanya anjlok jadi kurang dari 700 pengunjung,

“Mereka menyebut penurunannya sampai 80 persen, yang bedampak pada penghasilan juga,” ujarnya.

Lantaran temuan tersebut, ia lantas mengajukan usulan ke Badingah agar syarat rapid test antigen ditiadakan.

Usulan tersebut disampaikan sebelum instruksi terbaru terbit.

Menurut dia, pelaku wisata merasa prokes yang ketat sudah cukup sebagai antisipasi.

Penerapan itu sudah dilakukan sejak pelaksanaan uji coba terbatas.

“Berdasarkan pengamatan, mereka sudah memberlakukan prokes dengan baik. Sampai saat ini juga belum ada cluster kasus dari sektor wisata,” katanya. (Tribun Jogja/Alexander Aprita)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved