Kuliner

Mencicipi Oseng Jantung Pisang di Legen Mangir

Biasanya jantung pisang dibiarkan saja sampai berbuah. Namun ternyata jantung pisang dapat menjadi olahan makanan yang nikmat.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani
Pengunjung menikmati makanan tradisional di Legen Mangir, Jalan Sultan Agung, Trirenggo, Bantul, Jumat (22/01/2021). 

TRIBUNTRAVEL.COM – Hafiz Priyotomo (52) sebuah rumah makan yang diberi nama Legen Mangir.

Rumah makan ini menyediakan beragam menu tradisional.

Menu yang disediakan seperti masakan sayur tradisional, dengan menu andalan oseng jantung pisang.

Biasanya jantung pisang dibiarkan saja sampai berbuah.

Namun ternyata jantung pisang dapat menjadi olahan makanan yang nikmat.

Menu andalan lainnya yakni buntil  pepaya.

Meski rasanya agak pahit, tapi ada parutan kelapa sebagai penawar pahit tersebut.

Rasa manis dan pahit pun berpadu dalam kuliner ini.

“Sayuran adalah alternatif bahan makanan yang kita punya,” jelasnya, Jumat (22/1/2021).

“Makan tidak harus daging, tetapi ada makanan lain sebagai alternatif pengganti daging,” ujarnya.

“Apalagi kita berada di lingkungan yang kaya akan budaya dan tradisi. Kenapa tidak dimanfaatkan,” imbuhnya.

Tak hanya oseng jantung pisang dan buntil, para pengunjung bisa menikmati menu lain seperti lodeh, oseng tempe, gudeg manggar, sayur ndeso, mangut lele, dan lain-lain.

Kesan tradisional juga tampak di rumah makan ini yang bewujud joglo.

Ditambah dengan pemandang sawah di sekitar rumah makan sehingga membawa suasana yang asri.

“Kebetulan saya memang suka dengan masakan tradisional. Jadi saya ingin menghadirkan nostalgia,” ungkapnya.

“Apalagi untuk yang sudah tua-tua, jadi bisa mencicipi masakan masa kecil, yang mungkin sekarang sudah tidak banyak,” urainua.

Olahan tradisional ternyata bukan hanya disuguhkan dari makanan saja, tetapi juga minuman.

Salah satu minuman tradisional yang menjadi andalan yakni legen mangir.

Dalam bahasa Jawa memiliki arti manis.

“Legen ini salah satu minuman tradisionak Bantul, terbuat dari nira. Seperti namanya, legen rasanya manis. Bisa disajikan panas maupun es,” terangnya.

Harga tiap meniu di rumah makanan ini pun cukup terjangkau.

Tak heran jika rumah makan yang dibuka awal Januari 2021 lalu ini sudah dipadati pengunjung.

Meski menghadirkan menu tradisional, ia berharap Legen Mangir tak hanya menjadi tempat yang nyaman bagi orang tua tapi juga kalangan muda. (Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved