Kerajinan

Malini Produksi Lilin Beraroma Kampanyekan Produk Krearif Ramah Lingkungan

Merek ini sekaligus mengedukasi dan mengkampanyekan produk ramah lingkungan.

Editor: Amalia Nurul F
Istimewa
Satu dari beberapa varian produk Malini 

TRIBUNTRAVEL.COM – Malini, satu dari sekian banyak produk scented candle ini juga membawa isu lingkungan dalam produknya.

Merek ini tak hanya sekadar produk lilin beraroma yang dibuat handmade dan produksi rumahan, tapi sekaligus mengedukasi dan mengkampanyekan produk ramah lingkungan.

Janice Viary bersama ketiga temannya adalah pengrajin yang berada di balik Malini.

Janice beranggapan, ada peluang industri kreatif Jogja, khususnya untuk produksi lilin beraroma.

Malini sendiri berdiri sejak Mei 2020 lalu.

“Kami, empat orang termasuk saya itu berpikir bahwa belum ada toko scented candle di Jogja,” katanya.

“Mungkin kalau kita mulai di Jogja kita menjadi pionir dari bismis scented candle itu sekaligus kami juga ingin punya sesuatu yang eco friendly dan less waste juga,” jelasnya.

“Jadi sambil bikin scented candle untuk creativity sambil promote less waste ini,” tuturnya.

Nama malini diambil dari bahasa sanskerta yang berarti wangi.

Malini memiliji beberapa produk sepertim wax schacet, bentuknya menyerupai lilin, tapi tidak untuk dibakar.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved