Selasar Malioboro di Stasiun Tugu Diharapkan Bantu Angkat Perekonomian

Diperkirakan selasar ini akan seluas sekitar 1.700 meter persegi yang dilengkapi dengan 18 unit retail, 30 unit untuk UMKM, hingga area seni.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Agung Ismiyanto
Ilustrasi Stasiun Tugu Yogyakarta. 

TRIBUNTRAVEL.COMPT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah mengembangkan kawasan Stasiun Yogyakarta dengan membangun Selasar Malioboro.

Fasilitas tersebut untuk mewadahi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendongkrak perekonomian.

Pembangunan Selasar Malioboro kini masih berlangsung.

Diperkirakan selasar ini akan memiliki luas sekitar 1.700 meter persegi yang dilengkapi dengan 18 unit retail, 30 unit untuk UMKM, jalur pedestrian, dan area seni.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menuturkan, Selasar Malioboro akan dibuat terhubung langsung antara kawasan Malioboro dengan stasiun Yogyakarta.

“Kami rasa potensinya akan besar dalam membidik wisatawan. Apalagi, adanya KRL Jogja-Solo dipastikan market-nya semakin luas lagi,” terangnya dakan webinar belum lama ini.

Dengan begitu, lanjutnya, peluang pergerakan ekonomi masyarakat Yogyakarta akan terjadi dengan adanya fasilitas ini.

Sehingga, masyarakat pun turut andil dalam mewujudkan pemulihan ekonomi nasional.

“Jadi, masyarakat harus dilibatkan agar tidak jadi penonton. Terutama, untuk masyarakat Yogyakarta yang kualitas produknya sangat baik,” paparnya.

Ia berharap, dengan peningkatan fasilitas dapat memberikan kenyamanan penumpang.

Untuk selalu setia menggunakan akomodasi kereta api sebagai transportasi umum.

“Pengembangan fasilitas dilakukan untuk memanjakan konsumen kami. Terutama, untuk memudahkan akses ke tempat wisata,” tutupnya. (Tribun Jogja/Nanda Sagita Ginting)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved