Soto

Soto Lenthok Mbah Narkan, Legenda Sejak 1951

Harga satu porsi soto Mbah Narkan cukup Rp7.500 saja. Untuk soto dengan cita rasa lezat dan berporsi banyak ini, harga tersebut tergolong murah.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Ardhike Indah
Mbah Narkan tetap semangat meracik soto meski usianya hampir satu abad. 

TRIBUNTRAVEL.COM – Mbah Narkan (93) tampak menerawang jauh pandangannya ke arah Jalan Mayor Suryotomo, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta.

Lansia yang berusia hampir seabad ini duduk di belakang gerobak sotonya, sembari menunggu pelanggan datang.

Saat ada pengunjung datang, Mbah Narkan bergegas membuatkan pesanan sesuai dengan keinginan pembeli.

Sudah tak lagi muda, Mbah Narkan harus mengonfirmasi ulang ketika pengunjung sudah memesan soto.

Hal itu ia lakukan agar tak salah, dan pengunjung bisa menikmati soto dengan nikmat.

Jika ada pembeli yang memesan untuk dibungkus, Mbah Narkan akan menyiapkan sebuah plastik tebal.

Kemudian ia menuang kuah sotonya sehingga tak tumpah ke mana-mana.

Meski tak lagi belia, Mbah Narkan tampak cekatan menyuwir ayam, kemudian mengambil dua centong nasi.

Satu per satu bahan racikan soto, ia ambil dengan perlahan dan teliti agar tak ada yang tertinggal.

Menyusul kecap ia tuangkan, garam ia taburkan, dan tak lupa daun seledri ia taruh di atas racikan soto.

Begitu ia membuka tutup panci di sisi kanannya, aroma soto semerbak terbawa angina, menggoda selera siapa saja yang ada di sekitarnya.

Mbah Narkan kemudian mengaduk kuah soto di panci agar bumbu menyatu.

Setidaknya, ia menuangkan tiga ciduk kuah di mangkuk atau plastik.

Tampak jelas, meski telah berusia senja, semangatnya tak pernah sirna.

“Kalau corona, sepi,” katanya singkat, beberapa waktu lalu.

Ia memang tak banyak bicara. Hanya jawaban singkat yang bisa ia tuturkan.

Di usianya, Mbah Narkan mampu meladeni puluhan pembeli yang datang setiap hari.

Sejak pukul 09.00, kakek ini telah berada di sudut Jalan Sandiloto, Ngupasan, Kota Yogyakarta.

Lapak sotonya berada persis di sebelah angkringan.

Karena itu, Mbah Narkan tak perlu menyiapkan camilan atau minuman.

Sebab, pengunjung bisa memesannya di angkringan.

Mbah Narkan siap sedia melayani pembeli hingga pukul 15.00 atau hingga sotonya habis.

Ayam Kampung Asli

Harga satu porsi soto Mbah Narkan cukup Rp7.500 saja.

Untuk soto dengan cita rasa lezat dan berporsi banyak ini, harga tersebut tergolong murah.

Lumrahnya kuliner soto, Mbah Narkan juga menambahkan bihun, ayam, tahu, lenthok, dan tempe.

Dapat dibayangkan betapa menggiurkannya sajian soto ini.

Terlebih, jika cuaca sedang hujan, kuah hangatnya turut menghangatkan tubuh, sekaligus menghilangkan rasa lapar.

Mbah Narkan masih mempertahankan resep racikan sotonya sejak 1951.

Ia meracik resep soto sendiri tanpa campur tangan orang lain.

“Sejak tahun 1951 sudah jualan,” tuturnya.

Hal yang menjadi gong dalam soto Mbah Narkan adalah suwiran ayam kampungnya.

Ia memilih menggunakan ayam Jawa asli agar konsumen termanjakan cita rasanya.

Saat tak ada pembeli, ia tak hanya duduk, tapi juga tetap bergerak.

Ia mengiris daun seledri, memotong ayam hingga kecil-kecil dan menata nasi agar rapi.

Ada harapan yang diujarkan Mbah Narkan. “Semoga segera ramai,” katanya. (Tribun Jogja/Ardhike Indah)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved