Kerajinan

Kreasi Unik Bunga Awetan dari Artsy Craft

Adalah Annida Septipanindyasari (28), pemilik Artsy Craft yang berada di balik produk uniknya ini.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Nanda Sagita Ginting
Annida Septipanindyasari saat memperlihatkan koleksi pernak-pernik dari bunga awetan. 

“Kemudian, bunga akan diberikan beberapa tambahan serbuk untuk menetralisir kandungan air yang masih tersisa,” lanjutnya.

“Setelah itu, bunga bisa dibentuk sesuai yang diinginkan,” tambahnya.

Sementara itu, untuk proses pengawetan secara dikubur, bunga-bunga harus ditanam di dalam tanah.

Kemudian diberikan tambahan serbuk untuk mempercepat proses pengeringan.

Lamanya proses penguburan ini hampir sama dengan teknik pengepresan yakni sekitar sembilan hari.

“Kalau bunga yang dikeringkan dengan cara dikubur, hasilnya berbentuk 3D masih menyerupai bentuk aslinya,” terangnya.

“Sedangkan penggunaan teknik pengepresan hasilnya cenderung lebih tipis atau tidak timbul,” urainya.

Kedua proses tersebut bagi Shasa punya kadar kesulitan masing-masing.

Dapat dikatakan berhasil dalam proses pengawetan jika warna bunga tak berubah.

“Jadi pengawetan yang baik itu tak membuat warna pada bunga banyak berubah,” tuturnya.

“Kalau warna bunganya merah ketika diawetkan pun warnanya masih tetap. Begitu pun dengan warna lainnya,” jelasnya.

Hal yang paling sukar dilakukan dalam menjaga konsistensi warna bunga adalah pengawetan bunga berwarna putih.

Warna putih yang lembut membuat warna ini rentan dibias dengan warna lain.

“Paling sulit itu memunculkan warna putih. Kalau tekniknya salah warnanya sudah pasti akan berubah jadi kecokelatan atau kehitaman,” terangnya.

“Harus lebih teliti dibandingkan warna yang lainnya,” imbuhnya.

Kini dari bisnis kreasi bunga ini ia telah memiliki tiga orang karyawan yang membantu proses pembuatan dan penjualan.

Studio Artsy Craft ini berada di Jalan Gondang Raya, Condongcatur, Sleman.

Produk kerajinan Artsy Craft ini dibanderol mulai Rp65.000 hingga jutaan rupiah.

“Untuk sekarang penjualan masih digencarkan lewat daring seperti Instagram dan e-commerce. Pembelinya pun sudah sampai ke Malaysia dan Singapura,” ungkapnya.

“Untuk direct selling belum dilakukan karena masih terkendala kondisi pandemi seperti ini,” tutupnya. (Tribun Jogja/Nanda Sagita Ginting)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved