Kerajinan

Kreasi Unik Bunga Awetan dari Artsy Craft

Adalah Annida Septipanindyasari (28), pemilik Artsy Craft yang berada di balik produk uniknya ini.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Nanda Sagita Ginting
Annida Septipanindyasari saat memperlihatkan koleksi pernak-pernik dari bunga awetan. 

TRIBUNTRAVEL.COM – Artsy Craft menyajikan kerajinan tangan yang unik dan belum banyak dikenal orang.

Kerajinan tersebut adalah produk bunga awetan atau pressed and preserved flower.

Adalah Annida Septipanindyasari (28), pemilik Artsy Craft yang berada di balik produk uniknya ini.

Shasa, sapaan akrabnya, memang telah lama tertarik dengan dunia kerajinan tangan.

Hal yang ia tekuni ini pun berbuah sukses. Produknya telah dipasarkan hingga negara tetangga.

Usaha yang dirintis pada 2018 lalu, ternyata sudah mendapatkan apresiasi dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta dalam kompetisi incubator Bisnis Innovating Jogja pada September 2020 silam.

“Dari dulu memang suka dengan bunga tetapi yang asli, bukan dari bahan plastik,” ungkap Shasa.

“Dari situ kepikiran gimana caranya membuat bunga asli tetapi bisa awet seperti bunga plastik, jadi muncullah ide seperti ini,” kata dia.

Butuh waktu satu tahun bagi Shasa untuk bisa mahir dalam memproses pengawetan bunga segar sebelum menjadi kreasi unik, seperti hantaran mahar, aksesori, dan hiasan dinding,

Katanya, tak ada pelajaran khusus untuk mengawetkan bunga-bunga tersebut.

Semua didapatkannya secara autodidak.

“Teknik pengawetan bunga di Indonesia belum begitu banyak yang mengetahui. Karena, asal teknik yang disebut Pressed and Preserved Flower berasal dari Jepang,” paparnya.

“Sehingga, untuk belajarnya kebanyakan cari sendiri dengan membaca buku atau referensi lain,” sambungnya.

Selama ini, proses pengawetan bunga yang dipakainya ada dua cara, yakni dengan proses pengepresan dan penguburan.

Proses pengepresan dilakukan dengan mengawetkan bunga-bunga segar yang diletakkan pada alat yang terdiri  dari dua bagian berbentuk persegi.

Ukuran alat ini sekitar 50 sentimeter dengan ketebalan 5 sentimeter.

Kedua bagian tersebut disatukan dengan pengait yang berada di keempat sisi dari alat tersebut.

Kemudian, untuk proses pengepresannya bunga segar diletakkan di tengah pada salah satu bagian alat pengepres.

Berikutnya ditimpa dengan bagian satunya lagi dan dikaitkan dengan pengait.

“Untuk proses pengepresan bunga segar sampai berbentuk pipih dan kering membutuhkan sekitar sembilan hari,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved