Kuliner

Ini Dia Kedai Ramen Pertama di Yogyakarta, Sapporo Ramen

Pada Juli 2020, kedai Sapporo Ramen pindah ke sudut Kabupaten Sleman, tepatnya di Kampung Tonggalan, Ngemplak.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Taufiq Syarifudin
Kedai Sapporo Ramen di Kecamatan Ngemplak. 

TRIBUNTRAVEL.COM – Jika kamu penggemar kuliner Jepang, ramen tentunya sangat familiar di telinga.

Kuliner berbahan dasar mie, kuah, serta topping daging dan sayuran ini salah satu kuliner Jepang yang banyak digemari.

Ada sebuah kedai ramen, Sapporo Ramen. Kedai ini menjadi kedai ramen pertama di Yogyakarta yang berdiri sejak 2007 silam.

Pemilik kedai, Doni Hendarto, rupanya telah lama bergelut di dunia kuliner Jepang hingga kuliner Korea.

Alkisah, pada tahun 1993 hingga 2000, Doni sempat bekerja di sebuah hotel di Jakarta.

Selama itu pula ia juga sempar memasak seafood di kawasan Ancol.

Dalam kurun waktu delapan tahun, karir Doni melejit. Dimulai dari menjadi helper, hingga menjadi koki.

Kerja keras Doni kemudian membawanya bekerja di sebuah hotel ternama di Bali.

Ia kembali merintis karir mulai dari koki junior.

Lagi-lagi kemampuannya diperhitungkan sebagai koki yang cekatan.

Selang beberapa waktu, ia diminta sang pemilik hotel untuk membuat ramen.

Kebetulan, pemilik hotel tersebut berkewarganegaraan Jepang, yang memiliki kedai ramen di kawasan Kuta, Bali.

Melangkah lagi, Doni pun mengisi posisi koki utama di sana.

Resep yang diraciknya dipelajari dengan cermat.

Pada pertengahan 2007, Doni memilih pulang kampung ke Yogyakarta.

Alasannya satu, keluarga menjadi prioritas utamanya.

“Pengen deket sama orang tua,” ungkap Doni.

Kedai pertamanya berdiri di daerah Jalan Kaliurang kilometer 10.

Selama empat tahun berdiri, kedai Doni ramai pengunjung.

Sehingga Doni harus dibantu oleh tiga rekannya di dapur.

Kala itu, ia dapat menghabiskan 15-20 kilogram mie.

Ia mengakui, kalau untuk menunaikan salat saja sampai mencuri-curi waktu.

“Padat banget, sampai parkir saha tidak muat,” kenangnya.

Karena saking padatnya, kedainya pindah ke tempat yang lebih luas di Jalan Kaliurang kilometer 11.

Lagi-lagi ramen buatannya laris manis.

Saying, kejayaan itu mulai pudar. Pandemi covid-19 sampai ke Yogyakarta.

Doni pun tak mampu lagi membayar sewa tempat di lokasi terakhir karena terlampau mahal.

Tiga koleganya terpaksa pulang kampung.

Pada Juli 2020, pria beranak satu ini memutuskan pindah ke sudut Kabupaten Sleman, tepatnya di Kampung Tonggalan, Ngemplak, Sleman.

Sapporo Ramen 2
Kuliner Sapporo Ramen

Kedainya kecil. Dari kejauhan hanya tampak seperti rumah biasa dengan spanduk bertuliskan ‘Sapporo Ramen (Mie Ala Jepang)’

Kedainya tepat berada di tepi jalan utama. Lokasinya pun berdekatan dengan area sawah yang luas.

Meski demikian, tak ada yang berubah dari cita rasa ramen buatannya.

Mie yang digunakan pun ia buat dengan tangannya sendiri.

Satu porsi ramennya terbilang cukup besar, bahkan bisa dinikmati untuk dua orang.

Kedai ramennya biasanya ramai pada waktu makan siang dan makan malam. (Tribun Jogja/Taufiq Syarifudin)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved