ASITA Tanggapi Penerapan PSTKM di DIY

Hery Setyawan mengatakan, selama pemberlakuan PSTKM mulai 11 Januari 2021 hanya sekitar 10 persen dari 160 anggota yang masih berkegiatan.

Editor: Amalia Nurul F
Tribun Jogja/Miftahul Huda
ASITA SIAPKAN STRATEGI - Antrean panjang terlihat di depan pintu masuk wisata Taman Sari Yogyakarta, Senin (17/8/2020). 

TRIBUNTRAVEL.COM – Kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) di DIY menjadi langkah awal untuk menekan penyebaran kasus covid-19.

Namun, kebijakan tersebut berpengaruh iklim industri pariwisata di DIY.

Association of The Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) DIY pun juga merasakan dampaknya.

Ketua DPD ASITA DIY, Hery Setyawan mengatakan, selama pemberlakuan PSTKM mulai 11 Januari 2021 hanya sekitar 10 persen dari 160 anggota yang masih berkegiatan hingga saat ini.

“Memang industri wisata terpukul sekali akibat pandemi ini. ditambah penerapan PSTKM yang membuat jumlah kunjungan wisata semakin kecil,” ungkapnya, Kamis (14/1/2021).

“Akibatnya, pengaruh tersebut cukup besar ke kami (penyedia jasa biro perjalanan),” sambungnya.

Sebelumnya, saat perayaan natal dan tahun baru lalu, penyedia jasa perjalanan juga ikut terimbas.

Kebijakan rapid test antigen bagi wisatawan juga turur menjadi momok.

Alhasil, kondisi industri pariwisata masih tertatih untuk masa pemulihan.

“Memang masa recovery belum bisa dikatakan optimal. Karena banyaknya faktor yang mempengaruhi,” katanya.

Namun, pihaknya tetap mengindahkan kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah.

Pihaknya juga meminta agar Pemda DIY harus bisa konsisten dalam menjalankan masa pembatasan.

“Ya tentunya kami mau Pemda DIY bisa bertindak tegas dalam masa pembatasan ini,” ujarnya.

“Jadi tidak hanya sekadar kebijakan harus ada monitoring yang bisa dijadikan bahan evaluasi untuk ke depannya,” lanjutnya.

Saat ini, pihaknya pun fokus mempersiapkan rencana untuk menggaet kembali wisatawan apabila masa pengetatan telah usai.

Mulai dari promo hingga paket perjalanan wisata yang mengutamakan protokol kesehatan.

“Ya tidak berharap banyak juga karena tidak ada yang mengetahui kapan pandemi berakhir,” katanya.

“Namun, strategi tetap dipersiapkan untuk menarik kepercayaan wisatawan kembali,” pungkasnya. (Tribun Jogja/Nanda Sagita Ginting)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved